Santri Pondok Tahfiz di Konsel Dilaporkan Hilang

Kendari – Seorang remaja laki-laki bernama Muhammad Fikram (14), santri Pondok Tahfiz Ali Bin Abi Thalib Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan hilang.
Fikram diketahui merupakan pelajar kelas VIII di Pondok Tahfiz Ali Bin Abi Thalib Konda, Kelurahan Konda Satu, Kecamatan Konda, Konsel. Ia berasal dari Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.
Laporan orang hilang tersebut disampaikan oleh ibu kandungnya, Suwarni, ke Polsek Poasia pada Rabu (7/10) sekitar pukul 15.15 Wita.
Berdasarkan keterangan dalam laporan, Fikram meninggalkan pondok pesantren pada Senin (5/10) sekitar pukul 01.00 Wita. Ia kemudian menuju rumah keluarganya, Rahmatia, yang berada di Lorong SMK Tunas Husada, Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kendari.
Namun, pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 Wita, Fikram kembali meninggalkan rumah keluarganya tersebut. Hingga laporan kehilangan dibuat, ia belum diketahui keberadaannya.
Paman Fikram, Alfaddin Lateheo, menduga keponakannya tidak ingin lagi melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Pasalnya, Fikram disebut sudah dua kali meninggalkan pondok.
“Kayaknya kemarin itu dia tidak mau mi mondok. Karena kali kedua mi ini dia lari,” kata Alfaddin kepada Kendariinfo, Jumat (16/10).
Alfaddin menjelaskan, Fikram sebelumnya meninggalkan Pondok Tahfiz Ali Bin Abi Thalib Konda dan menuju rumah keluarganya di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kendari.
Namun, pada Senin (5/10) sekitar pukul 13.00 Wita, Fikram kembali meninggalkan rumah tersebut dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Adapun ciri-ciri Fikram, yakni memiliki kulit putih, mata sipit, rambut pendek, tubuh agak kurus, dan tinggi badan sekitar 165 sentimeter.
Saat meninggalkan rumah keluarganya di Kelurahan Kambu, Fikram mengenakan baju putih, jaket abu-abu, dan celana panjang.
Pihak keluarga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Fikram dapat membantu memberikan informasi agar remaja tersebut segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarganya.
Masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Fikram diharapkan segera menghubungi pihak keluarga atau kepolisian setempat.





