Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Ekonomi Sultra Tumbuh 5,79 Persen, Industri Pengolahan dan Ekspor Jadi Pendorong Utama

Ekonomi Sultra Tumbuh 5,79 Persen, Industri Pengolahan dan Ekspor Jadi Pendorong Utama
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hadi Susanto. Foto: Istimewa.

Kendari – Ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) tumbuh 5,79 persen pada Triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja industri pengolahan yang meningkat 15,89 persen serta ekspor barang dan jasa yang melonjak 22,27 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada periode tersebut mencapai Rp57,63 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp32,17 triliun.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyebut industri pengolahan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi. Sektor tersebut mencatat kenaikan 15,89 persen dibandingkan Triwulan III 2025.

“Industri pengolahan yang tumbuh 15,89 persen itu di dorang kenaikan produksi industri logam dasar,” jelas Hadi melalui keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).

Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 22,27 persen. Kinerja tersebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sultra selama periode Juli hingga September 2026.

Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Sultra juga mengalami peningkatan 3,02 persen dibandingkan Triwulan II 2026. Pada periode ini, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi sebesar 18,97 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau komponen investasi fisik tumbuh 11,52 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Jika dihitung secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, ekonomi Sultra tumbuh 6,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada periode tersebut, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,25 persen. Sementara PMTB menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan paling tinggi, yakni 13,61 persen.

Meski industri pengolahan dan ekspor mencatat pertumbuhan tinggi, struktur ekonomi Sultra masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Ketiga lapangan usaha tersebut memberikan kontribusi sebesar 22,34 persen terhadap total perekonomian daerah.

Di sisi lain, ekspor barang dan jasa menjadi komponen pengeluaran dengan kontribusi terbesar, mencapai 47,81 persen terhadap PDRB Sultra.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran ekspor dalam struktur ekonomi daerah, seiring dengan pertumbuhan industri pengolahan yang mencapai 15,89 persen pada Triwulan III 2026.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten