Akibat Gangguan Jaringan, Tes SKD CPNS di Kendari Terhambat

Kendari – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) di SMKN 1 Kendari terhambat akibat gangguan jaringan yang terjadi sejak Minggu (19/9/2021) malam.
Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Koltim, Ruslan mengatakan, akibat gangguan jaringan, pelaksanaan seluruh proses ujian SKD untuk sesi hari ini tertunda.
“Hari ini terjadi gangguan jaringan Telkom. Sampai pukul 15.00 WITA belum ada sesi yang yang dilaksanakan,” katanya, Senin (20/9).

Sementara itu, Panitia SKD CPNS Koltim, Haslia menyebut, pihaknya sudah mengupayakan perbaikan jaringan di lokasi ujian dengan mengubah ke jaringan provider Indosat.
“Kita sudah coba pakai Indosat. Tapi tidak mampu juga. Kita di sini ada 205 komputer yang dioperasikan menggunakan jaringan,” jelas Haslia kepada peserta SKD.
Oleh itu, pihaknya mengumumkan penundaan pelaksanaan tes SKD pada seluruh sesi hari ini. Waktu ujiannya akan kembali jadwalkan ulang.
“Mohon maaf, untuk pelaksanaan tes SKD CPNS sesi 1, 2, dan 3 hari ini kita tunda dulu karena masalah jaringan yang sedang down,” ujarnya.
Dia meminta para peserta pada sesi 1 yang sudah melakukan registrasi agar menyerahkan kartu ujiannya karena PIN-nya sudah ada.
“Jadi untuk sesi 1 yang sudah didaftarkan, kartu ujiannya diserahkan kepada kita karena sudah ada PIN-nya, kecuali sesi 2 dan 3,” lanjutnya.
Pihaknya juga akan menyurat kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait persoalan tersebut. Nantinya BKN akan menentukan kapan pelaksanaan tes untuk sesi 1, 2, dan 3 yang tertunda hari ini.
“Kita menyurat ke BKN soal ini. Nanti BKN yang menyurat ke pusat dan pusat yang akan menentukan kapan ini sesi 1, 2, dan 3 hari ini mereka ujian,” terangnya.
Terkait hasil swab para peserta hari ini, ke depannya tidak perlu melakukan tes ulang. Cukup menggunakan hasil swab yang digunakan hari ini.
“Jadi tetap berpegang ke hasil swab hari ini. Karena kalau kita minta teman-teman untuk melakukan tes ulang, kasihan peserta kalau merasa dirugikan,” pungkasnya.





