Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Biaya Tangani Pasien Covid-19 di Kendari Capai Rp70 Juta per Orang

Biaya Tangani Pasien Covid-19 di Kendari Capai Rp70 Juta per Orang
Pihak RS Bhayangkara dan kepolisian saat akan memasukan korban ke dalam mobil jenazah. Foto: Polsek Kemaraya. (23/7/2021).

Kendari – Biaya penanganan pasien Covid-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bisa mencapai angka Rp70 juta per orang.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, besaran biaya tergantung gejala yang diderita pasien. Jika gejalanya ringan, biaya yang dikeluarkan hanya Rp30 juta. Namun jika gejalanya berat, bisa mencapai Rp70 juta per orang.

“Satu pasien gejala ringan minimal anggaran penanganannya habis Rp30 juta. Sedangkan gejala berat itu Rp50 juta sampai Rp70 juta satu orang,” katanya, Selasa (21/9/2021).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (21/9/2021).

Menurut Sulkarnain, kebutuhan yang paling banyak memakan anggaran adalah tabung oksigen. Dalam 24 jam saja, pasien membutuhkan enam tabung oksigen. Sedangkan harga per tabung saat ini Rp150 ribu. Itu artinya, pemerintah harus mengeluarkan anggaran Rp900 setiap hari untuk satu orang pasien saja. 

“Satu tabung oksigen hanya bertahan 4 jam. Kalau untuk 24 jam berarti butuh Rp900 ribu. Itu hanya satu hari,” ujarnya.

Selain itu, beberapa kebutuhan yang juga ditanggung pemerintah di antaranya, obat-obatan, makanan, hingga alat pelindung diri (APD) petugas.

“Banyak yang harus ditanggung. Belum obat-obatannya, belum perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) petugas. Jadi anggarannya cukup besar, dan juga makannya gratis. Makanya tidak dirasa Rp30 – 70 juta itu,” jelasnya. 

Sulkarnain mengungkapkan, anggaran Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah banyak dikeluarkan sejak awal Pandemi Covid-19 hingga percepatan vaksinasi.

Baca Juga:  Kebakaran Rumah di Desa Anese Konsel, Kerugian Capai Setengah Miliar

“Anggarannya juga lari ke percepatan vaksinasi. Karena semua alatnya tidak mungkin dimasukan begitu saja, perlu alat suntik, jadi anggaran ke situ,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten