Pelayanan PDAM Dinilai Buruk, Warga Anggaberi Protes Ramai-ramai

Konawe – Kualitas pelayanan air bersih PDAM Tirta Darma dinilai buruk, puluhan warga yang tergabung dalam Konsorsium Pemuda dan Masyarakat Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi protes beramai-ramai atau unjuk rasa di depan kantor tersebut, Kamis (30/9/2021).
Koordinator Lapangan (Korlap), Agus Salim dalam pernyataannya menuturkan, buruknya kualitas pelayanan dalam pendistribusian air bersih di wilayah itu sudah terjadi sejak 2019 lalu.
“Distribusi air bersih milik PDAM tidak mengalir dengan lancar ke rumah-rumah warga. Persoalan ini sejak tahun 2019, tidak mungkin pemerintah daerah tidak memiliki anggaran perbaikan dan pemeliharaan,” tuturnya.

Pengunjuk rasa menduga, masyarakat tetap dibebankan retribusi (pungutan) meski buruknya pelayanan dari perusahaan air minum tersebut. Mereka menuding pimpinan perusahaan tidak profesional dan lalai menjalankan amanah yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 Pasal 3 tentang Penyertaan Modal Pemda Konawe Kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Maksud dan tujuan penyertaan modal itu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, peningkatan dan pengembangan usaha, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” paparnya.
Pihak perusahaan diwakili Plt Direktur PDAM Tirta Darma, Munawar Taligana sempat melakukan dialog dengan para demonstran. Namun merasa tidak puas, massa kembali melanjutkan aksinya di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe. Kedatangan mereka pun diterima dengan baik, kemudian menyampaikan apa yang menjadi tuntutan.
Mereka meminta DPRD Konawe agar segera turun tangan melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke PDAM Tirta Darma.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Konawe, AKP Ta’Sakka, mengatakan bahwa unjuk rasa ini berlangsung tertib, aman, dan damai, tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak DPRD Konawe atas tuntutan yang disampaikan, para massa aksi langsung membubarkan diri dengan aman dan tertib,” pungkasnya.





