Atlet Menembak Sultra Gagal Bersaing pada PON XX Papua, Ini Alasannya

Kendari – Atlet cabang olahraga (cabor) menembak Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Asfrianda Ashar, gagal bersaing dengan beberapa daerah pada gelaran PON XX Papua.
Pada kelas perorangan 25 meter rapid fire, Asfrianda harus puas berada di peringkat 12 dari 15 penembak dengan nilai 506, Rabu (6/10/2021). Sehari sebelumnya, atau pada nomor individu 50 meter free pistol, dia berada di urutan 13 dari 19 penembak dengan nilai total 500.
Pelatih Menembak Sultra, Frida Tumbo Saranani menuturkan, pemberian peringkat di cabor tersebut dilakukan berdasarkan capaian nilai tertinggi.

“Ini tembak bukan lawan siapa. Sejumlah provinsi turun bersamaan, siapa yang nilainya tinggi maka itu yang juara,” tuturnya kepada Kendariinfo.
Sementara itu, Asfrianda mengatakan, perolehan tersebut sudah dilakukan dengan kemampuan terbaiknya di lapangan.
“Alhamdulillah, saya sudah berjuang semaksimal mungkin saya berikan yang terbaik, dengan persiapan singkat,” katanya, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Atlet menembak ini menjelaskan jika dirinya mengalami kesulitan. Dia menyadari kemampuan para lawan cukup mumpuni, karena diimbangi dengan kebutuhan yang lengkap.
“Kami susah bersaing melawan provinsi yang sudah dilengkapi semua kebutuhannya. Peralatan yang digunakan saat bertanding itulah yang mereka gunakan saat latihan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, proses latihan yang dilakukannya sejak Pelatda di Kota Kendari menggunakan peralatan yang terbatas. Terlebih saat Asfrianda harus menggunakan peluru pribadi agar bisa mengasah kemampuannya.
“Mereka tiap latihan habiskan peluru ratusan dalam sehari, karena KONI mereka menyiapkan segala kebutuhan mereka. Saya dua bulan Pelatda di Kendari menggunakan peluru pribadi, jadi terbatas. Hingga pindah Training Camp (TC) di Jakarta hanya 20 hari, baru bisa menggunakan semua sarana yang dibutuhkan saat pertandingan serta peluru,” pungkasnya.





