Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

DBD di Kendari 2021 Capai 125 Kasus, Tewaskan 3 Orang

DBD di Kendari 2021 Capai 125 Kasus, Tewaskan 3 Orang
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah. Foto: Mikadago/Pixabay.

Kendari – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk jenis aedes aegypti di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2021 sebanyak 125 kasus. Dari total kasus tersebut, DBD telah menewaskan 3 orang di Kecamatan Puuwatu, Kendari, dan Kadia.

Kecamatan Baruga menjadi wilayah yang paling banyak temuan DBD dengan jumlah 35 kasus, Kendari Barat sebanyak 27 kasus, Kadia 21 kasus, Puuwatu 18 kasus, dan Wuawua 11 kasus.

Sedangkan Kecamatan Abeli 10 kasus, Poasia 6 kasus, Mandonga 5 kasus, Kambu 4 kasus, Kendari 3 kasus, dan Nambo 2 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (11/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan, kasus demam berdarah tersebut memang sudah menjadi hal yang lumrah saat hendak terjadi musim penghujan. Untuk itu, perlu kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan.

“Ini memang sudah menjadi kebiasaan di banyak tempat, termasuk di Kota Kendari. Maka dari itu, kita perlu menjaga kebersihan dan kesehatan diri, karena sudah ada tiga kasus kematian akibat DBD sepanjang awal tahun hingga Agustus 2021, di Puuwatu, Mandonga dan Kadia,” ungkapnya.

Menurutnya, faktor yang menjadi penyebab terjadinya DBD adalah adanya jentik nyamuk di sekitar rumah warga.

“Karena ada genangan dan jentik-jentik nyamuk hidup di situ. Jika lingkungan ini tidak ada yang memelihara jentik, artinya nyamuk susah hidup, dan lingkungan jadi bersih,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Kendari untuk lebih sering kerja bakti, membersihkan rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Ini adalah penyakit yang disebabkan karena lingkungan dan perilaku manusia. Jadi mari kita membersihkan rumah kita,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten