Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Kesaksian Kakak Kelas atas Pengeroyokan Junior SMA di Kendari

Kesaksian Kakak Kelas atas Pengeroyokan Junior SMA di Kendari
Aksi pengeroyokan siswi SMA di Kendari. Foto: Tangkapan layar.

Kendari – Siswa kelas XII IPS berinisial M (17) menjadi saksi insiden pengeroyokan kakak kelas terhadap junior di salah satu SMA di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (11/10/2021) lalu. Kepada Kendariinfo, dia membantah seluruh keterangan yang disampaikan korban berinisial A. 

Dia mengatakan, video joget TikTok milik A dikirim oleh pengurus Osis ke grup WhatsApp angkatan kelas XII. Tak terima karena videonya disebar, A lalu mendatangi M dan teman-temannya. 

“Mereka yang datangi kami duluan, katanya tidak terima kalau videonya mereka dikirim ke grup angkatan. Kita hanya diam, tidak gubris dia. Di situ mereka bilang ‘Kita buat lagi video biar dikirim ke grup angkatan’ terus mereka pergi,” katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (16/10).

Korban A mengalami luka cakar pada bagian wajah, bibir sobek, sakit pada bagian kepala, leher, dan dada usai dikeroyok kakak kelasnya.
Korban A mengalami luka cakar pada bagian wajah, bibir sobek, sakit pada bagian kepala, leher, dan dada usai dikeroyok kakak kelasnya. Foto: Tangkapan layar.

Setelah mendatangi mereka, tidak lama kemudian korban dan teman-temannya mengunggah video “Jedag jedug” di Instagram dengan tulisan “Katanya jagoan, didatangi diam” dan juga video “Senggol dong” di TikTok.

“Waktu kejadian, mereka yang tunggu kita di depan gerbang. Mereka ajak kami ke warung yang ada di dalam sekolah di lantai atas untuk bicara. Di situ kita tanya baik-baik, kenapa mereka naik di atas meja baru buat video joget-joget di dalam sekolah. Tapi itu adik kelas dia jawab tidak sopan, katanya ‘kenapa kakak kelas yang panas,’ dia bilang begitu,” jelasnya.

Dia dan teman-temannya lalu mencoba mengajak bicara baik-baik. Tapi, adik kelasnya itu mengeluarkan kata-kata yang dinilai mereka tidak menghargai kakak kelas.

Baca Juga:  Karyawan PT OSS Dirampok di Kendari, Uang Rp230 Juta Dalam Mobil Raib

“Kami kelas XII tidak ada yang panas, mereka duluan yang datangi kami. Video mereka juga Osis yang kirim. Terus itu adik kelas bilang ‘Kenapa kalian yang sibuk, kan saya yang main TikTok.’ Kakak kelas tidak terima itu, karena kayak tidak menghargai sekali kakak-kakak kelasnya,” lanjutnya.

M mengungkapkan, karena jawaban yang dinilai tidak menghargai kakak kelas, perkelahian pun terjadi. Namun menurut M, tidak ada pengeroyokan, melainkan satu lawan satu antara M kelas dan temannya.

“Kita tidak main keroyokan, itu satu lawan satu. Bahkan kita coba pisahkan mereka,” ungkapnya.

Keterangan Korban

Sementara itu, korban berinisial A menjelaskan, kejadian itu bermula saat di luar jam sekolah. Dia bersama temannya membuat video joget TikTok pada Minggu (10/10). Waktu membuat video, kakak kelas korban merekam kejadian itu lalu mengirimnya ke grup WhatsApp kelas XII.

“Saya diberitahu kalau video TikTok yang kita bikin sebelumnya dikirim ke grup SMA kelas XII, terus dikomen-komen sembarang. Padahal kita buat itu video bukan di dalam sekolah,” katanya, Jumat (15/10).

Pada Senin (11/10), ia dan beberapa temannya kembali membuat video TikTok, tanpa ada niat menyinggung kakak kelasnya. Mereka membuat video hanya untuk bersenang-senang karena suka dengan aplikasi itu.

“Saat pulang sekolah teman saya sudah bilang kayaknya kita mau dilabrak kakak kelas, tapi saya berpikir positif tidak akan dilabrak. Begitu sampai di depan pagar sekolah, sudah banyak kakak kelas berkumpul, sementara saya hanya dengan lima teman. Saya langsung ditarik lalu dikeroyok,” jelasnya.

Baca Juga:  Sejumlah Pengamen di Kendari Keroyok Penumpang Mobil saat Lampu Merah

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka cakar pada bagian wajah, bibir sobek, sakit pada bagian kepala, leher, dan dada. Karena tidak terima, korban yang didampingi orang tuanya melaporkan kejadian itu ke Polsek Mandonga.

Sementara itu, Kapolsek Mandonga, AKP Ketut Arya Wijanarka menyebut, pihaknya masih terus melakukan pengusutan lebih lanjut terkait pengeroyokan siswa SMA di Kendari tersebut.

Gegara TikTok, Siswi SMA di Kendari Dikeroyok Kakak Kelas

“Dari kakak kelas ada enam orang yang kami periksa untuk dimintai keterangannya sebagai saksi, dan juga keterangan dari teman-teman korban yang berada di tempat kejadian. Kami belum bisa menetapkan jumlah pelaku, karena pemeriksaan belum selesai,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten