Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Arkeologi UHO Luluskan 4 Orang

Kendari – Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meluluskan empat orang untuk mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN).
Keempatnya adalah Siti Nurmala, Anisa Mutmainah, Uswatun Hasanah, dan Bagus Darmawan. Nurmala, Anisa, dan Bagus ditempatkan di Universitas Muhammadiyah Semarang, sedangkan Uswatun di Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).
Bagus mengatakan, PMM-DN diinisiasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Jadi kami lulus PMM ini, ditempatkan di perguruan tinggi yang berbeda selama satu semester dan menjalankan lintas program studi. Perguruan tinggi bukan kami yang pilih, tapi langsung dari Kemenristekdikti. Jadi kami yang lulus berasal dari berbagai universitas,” katanya, Selasa (19/10/2021).
Selama enam bulan menjalani PMM-DN, Bagus dan teman-temannya akan belajar di universitas lain dengan tujuan membuka ruang pertemuan bagi mahasiswa untuk berjumpa, bercerita, dan berbagi. Selain itu, pada setiap hari Sabtu, mereka melakukan kunjungan atau study tour ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kebinekaan di Kota Semarang dan Surakarta.
“Kaya jalan-jalan gratis, tapi tetap ada tugas. Jadi ada satu modul, temanya Modul Nusantara. Jadi setiap hari Sabtu kami melakukan kunjungan di tempat-tempat yang berkaitan dengan kebinekaan,” ujarnya.
Namun sebelum mengikuti PMM-DN, mereka harus melewati beberapa tahapan sejak Juni hingga Juli. Mulai dari pendaftaran, pengumpulan berkas, hingga menunggu pengumuman pada 29 Juli 2021.
“Pengumuman lulus tanggal 29 September 2021. Kami berangkat tanggal 15 Oktober 2021. Kalau syarat-syaratnya, CV, transkrip nilai wajib, sertifikat pengalaman organisasi, surat rekomendasi universitas, pakta integritas, surat izin orang tua, dan sertifikat vaksin,” pungkasnya.
Dari total 250 pendaftar di UHO Kendari, hanya 155 orang yang berhak mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka, termasuk Nurmala, Anisa, Uswatun, dan Bagus dari Jurusan Arkeologi.





