700 Siswa di Kendari Terima Bantuan Kuota Internet 35 Gb per Bulan

Kendari – Tujuh ratus siswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan bantuan kuota internet gratis sebanyak 35 gigabyte (gb) setiap bulan, yang terbagi 500 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 200 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penyerahan kuota internet tersebut secara simbolis diberikan langsung oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir didampingi oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Jumeri. Serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur, di Aula Media Center Rujab Wali Kota Kendari, Selasa (9/11/2021).
Kepala Dikmudora, Makmur mengatakan, kuota tersebut diberikan kepada 700 siswa selama tiga bulan, senilai Rp100 ribu per bulan. Penggunaan kuota itu diperuntukkan untuk menunjang proses pembelajaran.

“Kriteria penerima bantuan tersebut, diberikan kepada siswa yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat, supaya mereka bisa belajar menggunakan kuota internet ini,” jelasnya.
Ditjen PAUD Dikdasmen, Jumeri mengatakan, program bantuan tersebut merupakan contoh kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan juga daerah. Pasalnya, kuota internet yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak menyeluruh diberikan, sehingga pemerintah daerah memberikan bantuan tersebut.
“Ini merupakan contoh kerja sama yang baik, karena kuota dari pemerintah pusat ada yang bolong-bolong, jadi pemerintah daerah mengisi kekosongan itu. Ini ikhtiar yang baik agar anak-anak kita bisa tetap belajar dengan situasi apa pun. Kita sebagai orang tua, mari pastikan anak-anak kita mendapatkan hak belajar dalam situasi sesulit apa pun,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir merasa bersyukur mendapat kunjungan dari Ditjen PAUD Dikdasmen, sehingga pihaknya mendapatkan informasi secara langsung terkait kebijakan pemerintah pusat, serta mendapat kesempatan menyampaikan kondisi pendidikan di daerah.

“Ya, tentu kita bersyukur dapat kunjungan ini, sehingga kita berharap agar apa yang kita sampaikan kepada pemerintah pusat melalui ini mendapat respons langsung. Seperti kondisi belajar tatap muka kita selama pandemi ini, kita kekurangan fasilitas, jaringan, dan beberapa. Ini tadi kita sudah sampaikan ke Pak Ditjen, dan ia sudah berkomitmen untuk membantu, baik itu melalui DAK, ataupun program-program lainnya,” pungkasnya.





