Wali Kota Kendari Akui Laju Vaksinasi Melambat karena Masyarakat Percaya Hoaks

Kendari – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengakui proses vaksinasi Covid-19 mulai melambat karena menyisakan masyarakat yang masih terpengaruh kabar bohong atau hoaks.
“Kita akan berhadapan dengan warga yang mungkin sejauh ini masih terpengaruh dengan hoaks, masih banyak kekhawatiran yang sebenarnya tidak berdasar,” kata Sulkarnain dikutip dari situs resmi Pemkot Kendari, Rabu (10/11/2021).
Sulkarnain juga menyampaikan bahwa saat ini vaksinasi Covid-19 di Kota Kendari telah menyentuh angka 64 persen.

Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari masih akan terus menggenjot vaksinasi sampai angka 70 persen dengan mengoptimalkan barcode aplikasi PeduliLindungi di tempat keramaian.
“Mulai besok akan kita berlakukan meskipun saat ini tengah berjalan ya, tapi akan kita masukkan lagi supaya masyarakat betul-betul punya kesadaran, bahwa kondisi yang sudah masif ini harus kita jaga bersama, kita tidak ingin gelombang gelombang berikutnya lagi, yang nanti kita bolak-balik, yang nanti membuat kita kembali ke titik nol,” jelasnya.
Wali Kota Kendari juga berharap dengan tercapainya vaksinasi Covid-19 ini dapat tercipta kekebalan komunal (herd immunity), sehingga mengurangi kasus positif Covid-19 di Kota Kendari.
Saat ini Kota Kendari masih berada di PPKM Level 2 karena belum bisa mencapai angka 70 persen vaksinasi Covid-19 untuk menjadi PPKM Level 1.





