Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Ranomeeto Dideklarasikan Sebagai Kecamatan Bebas dari BAB Sembarangan

Ranomeeto Dideklarasikan Sebagai Kecamatan Bebas dari BAB Sembarangan
Bupati Konsel, Surunuddin Dangga saat memberi sambutan di acara deklarasi wilayah ODF Konsel. Foto: Istimewa.

Konawe Selatan – Sebagai upaya mewujudkan wilayah yang bebas dari perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan, Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) mendeklarasikan Ranomeeto sebagai Kecamatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop BAB Sembarangan.

Ditunjuknya Ranomeeto sebagai Kecamatan ODF karena memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya oleh pihak berkompeten, di mana komunitas masyarakat setempat dinyatakan secara kolektif telah bebas dari perilaku BAB sembarangan.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk komitmen dan bukti nyata efektivitas pendekatan program sanitasi total berbasis masyarakat dan peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Acara deklarasi wilayah ODF Kabupaten Konawe Selatan.
Acara deklarasi wilayah ODF Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa.

“Pemerintah telah memberikan perhatian di bidang higiene dan sanitasi dengan menetapkan ODF Kecamatan Ranomeeto disusul kecamatan lainnya. Sejalan dengan komitmen kita capai target millenium development goals, yakni peningkatan akses air minum dan sanitasi dasar khusus penduduk yang belum terakses,” katanya, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, pembuangan tinja sembarangan sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga dinilai dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan mencemari persediaan air bersih.

“Penyediaan sanitasi yang baik dengan penggunaan jamban sehat melalui pendekatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah salah satu solusi dan komitmen yang ditawarkan pemerintah, yang anggarannya melalui dana desa dan APBD kabupaten,” jelasnya.

Dia juga berharap, agar masyarakat tidak membuang limbah sampah sembarangan dan membiasakan berperilaku hidup sehat.

Baca Juga:  11 Ribu Peserta PBI-JK di Wakatobi Dinonaktifkan, Kepala Dinsos: Akan Ditinjau Kembali
Penulis
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten