Pasar Murah Bulog Sultra Didatangi Ombudsman: Perlu Evaluasi Penyaluran

Kendari – Pasar murah yang digelar oleh pihak Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) didatangi Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sultra, Mastri Susilo, Jumat (4/3/2022).
Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Sultra, Mastri Susilo mengapresiasi agenda pasar murah tersebut, namun perlu adanya evaluasi perbaikan proses penyaluran minyak goreng tersebut.
“Sebenarnya kita mengapresiasi, tapi perlu diperbaiki mekanisme penyalurannya, karena masih dalam masa pandemi, jadi ini harus dievaluasi agar mekanisme penjualan bisa diatur kembali,” katanya.

Selain itu, berdasarkan pengamatan dan evaluasi Ombudsman di lapangan, masyarakat yang mengantre minyak goreng tersebut diduga untuk dijual kembali.
“Kalau berdasarkan pengamatan dan evaluasi yang terlihat, diduga penyaluran tidak tepat sasaran, karena ada yang mengambil diduga untuk dijual kembali, artinya yang mengambil basisnya bukan untuk keluarga. Tetapi untuk dijual ke orang,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perum Bulog Sultra, Siti Mardati Saing mengatakan, pihaknya langsung menghentikan sementara pasar murah yang sejatinya berlangsung hingga Sabtu (5/3) dan akan langsung melakukan rapat koordinasi untuk melakukan evaluasi mekanisme proses penyaluran.
“Kita akan rapat kembali untuk ke depan agar bisa tercipta suasana yang tertib. Sebenarnya kita sudah punya 500 kupon dalam satu hari, tapi karena antusias masyarakat tinggi sehingga antrean membeludak,” pungkasnya.





