Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Pria di Kendari Pura-Pura Jadi Petugas Pesantren untuk Curi Kotak Amal

Pria di Kendari Pura-Pura Jadi Petugas Pesantren untuk Curi Kotak Amal
Seorang pria berpura-pura sebagai petugas pesantren untuk mencuri kotak amal di Jalan HEA Mokodompit, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Seorang pria terekam kamera pengintai CCTV melakukan aksi pencurian sebuah kotak amal di salah satu toko di Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (20/3/2022).

Dalam rekaman CCTV itu, nampak seorang pria berbadan besar memarkir kendaraannya di depan toko. Tak lama kemudian, dia turun dari mobil tersebut dan memperhatikan kondisi sekitar hingga akhirnya masuk di dalam toko.

Lalu, pria itu keluar bersama seorang perempuan yang merupakan karyawan toko. Keduanya kemudian mendekati kotak amal. Beberapa menit berselang, pria yang mengenakan pakaian pendek itu mengangkat kotak amal yang berisi uang dan memasukkannya di dalam mobil, kemudian dia meninggalkan lokasi tersebut.

Seorang pria berpura-pura sebagai petugas pesantren untuk mencuri kotak amal di Jalan HEA Mokodompit, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Seorang pria berpura-pura sebagai petugas pesantren untuk mencuri kotak amal di Jalan HEA Mokodompit, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Belakangan terungkap, ternyata pria tersebut adalah maling yang melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura mengaku sebagai petugas yang diperintahkan oleh pihak Pondok Pesantren Hidayatullah.

“Itu modusnya, dia mengaku sebagai salah satu petugas dengan menggunakan surat tugas untuk mengambil kotak amal masjid untuk pembangunan Pondok Pesantren Hidayatullah,” kata Pemilik Pondok Pensantren Hidayatullah, Izatul kepada Kendariinfo, Kamis (24/3).

Lanjutnya, peristiwa pencurian itu terjadi 4 hari lalu. Tetapi baru diketahui 2 hari yang lalu usai petugas Pondok Pesantren Hidayatullah datang di tempat dan berencana mengambil isi kotak amal tersebut.

“Saat petugas kami datang kotak amal itu sudah tidak ditemukan, bahkan di lima tempat berbeda lainnya juga kotak amal untuk pembangunan masjid lenyap. Untung di toko ini ada CCTV-nya dan bisa dijadikan bukti,” tambahnya.

Baca Juga:  BI Pertahankan Gambar Taman Nasional Wakatobi pada Pecahan Uang Rp10 Ribu yang Baru

Pihaknya berharap, peristiwa serupa tidak terulang lagi dan pelaku bisa segera diamankan.

Surat tugas yang dibawa oleh pelaku.
Surat tugas yang dibawa oleh pelaku. Foto: Istimewa.
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten