Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Dibantu Istrinya, Seorang Polisi Bangun LPA dan Ajarkan Mengaji pada Puluhan Anak di Konsel

Dibantu Istrinya, Seorang Polisi Bangun LPA dan Ajarkan Mengaji pada Puluhan Anak di Konsel
Suasana saat seorang polisi bernama Aipda La Onta Rahafa mengajar anak-anak belajar mengaji. Foto: Kendariinfo.

Konawe Selatan – Selain menjalankan tugas sebagai seorang abdi negara, seorang polisi bernama Aipda La Onta Rahafa mendirikan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPA) di Desa Laikaaha, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pria yang bertugas di Subdit I Dit Intelkam Polda Sultra ini mendirikan LPA itu dengan cara menyisihkan gajinya per bulan. Sejak tahun 2018, ia telah mencanangkan pembangunan tempat tersebut.

La Onta Rahafa mengatakan, keinginan untuk mendirikan tempat itu bermula ketika ia melihat sekelompok anak yang hanya menghabiskan waktu untuk bermain. Tidak ada tempat yang bisa digunakan untuk belajar agama. Atas dasar itu, ia merasa terpanggil untuk mendirikan LPA di desa tersebut.

Ipda La Ode Rahafa saat mengajar anak-anak mengaji di LPA yang dibangunnya bersama istri.
Ipda La Ode Rahafa saat mengajar anak-anak mengaji di LPA yang dibangunnya bersama istri. Foto: Kendariinfo, (18/4/2022).

Di tahun tersebut, belasan anak tertarik untuk belajar bacaan Al-Qur’an. Bahkan, setiap tahunnya anak didiknya terus bertambah. Untuk melancarkan proses pengajian dan tetap menjalankan tugas, ia membagi waktu bersama istrinya.

Ketika memiliki waktu kosong, ia selalu hadir mengajarkan anak-anak bacaan huruf hijaiah. Ada yang sudah tahu, ada pula beberapa anak yang harus diajar mulai dari nol. Ketika bertugas di Polda Sultra, ia meminta bantuan sang istri tercinta untuk menggantikan dirinya mengajar anak-anak tersebut.

“Alhamdulillah, berkat tempat pengajian ini anak-anak bisa belajar bacaan Al-Qur’an. Tentunya, ini akan menjadi ladang ilmu sekaligus pahala untuk mereka semua,” ujarnya, Senin (18/4/2022).

Baca Juga:  11 Remaja Terjaring Patroli Perintis Ditsamapta Polda Sultra, Orang Tua Diminta Lebih Awasi Anaknya

Dalam LPA yang berukuran sekitar 5×10 meter tersebut, ada sekitar 70 orang yang mengikuti pengajian. Ruangan dipenuhi dengan puluhan Al-Qur’an. Proses belajar mengaji dilakukan setiap pukul 16.00 WITA. Hampir setiap hari, ia bersama istrinya selalu meluangkan waktu untuk mengajar para anak muridnya.

“Selain belajar mengaji, kita ajarkan juga doa-doa salat, syahadat, cara berwudu, serta pelajaran yang berkaitan dengan umat Islam lainnya,” tambahnya.

Ia mengatakan, ada berbagai tantangan yang dihadapi ketika menjalankan dan membangun tempat tersebut. Mulai dari lokasi pembangunan LPA, sindiran dari sekelompok orang, bahkan situasi wabah pandemi Covid-19 yang melanda.

Katanya, ketika pandemi mewabah, perkumpulan anak-anak yang akan mengaji ini dihentikan. Mereka takut, jangan sampai ada paparan virus yang dapat mengganggu kesehatan mereka. Namun, sejak kasus pandemi mulai berkurang dan aktivitas tatap muka sudah diizinkan, ia kembali mengajak para anak muridnya untuk kembali belajar mengaji.

Apalagi dalam situasi bulan Ramadan, rutinitas itu terus dilakukan bahkan ia menggelar buka puasa bersama dengan para anak-anak yang akan mengaji.

La Onta Rahafa mengaku, meskipun LPA ini masih kecil, ia berjanji akan terus membangun tempat itu menjadi lebih besar lagi ke depannya agar masyarakat terutama anak-anak lainnya bisa belajar mengaji di tempat itu.

“Semoga tempat ini membawa manfaat bagi masyarakat apalagi anak-anak dalam belajar ilmu agama,” pungkasnya.

Baca Juga:  Motor Pelajar SMAN 5 Kendari Hilang di Parkiran, Pelaku Terekam CCTV
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten