Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Dokter Forensik UHO Bakal Autopsi Pria yang Meninggal Usai Diamankan Polisi di Muna

Dokter Forensik UHO Bakal Autopsi Pria yang Meninggal Usai Diamankan Polisi di Muna
Jenazah La Amis atau Amis Ando, warga yang meninggal dunia saat diamankan di Polres Muna. Foto: Istimewa. (4/5/2022).

Muna – Kepolisian Resor (Polres) Muna akan melakukan autopsi terhadap jenazah Amis Ando atau La Amis, Sabtu (7/5/2022) hari ini. Autopsi ini melibatkan dokter ahli forensik independen dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Astaman Rifaldy Saputra mengatakan, tujuan autopsi ini untuk mengungkap penyebab kematian Amis Ando, warga yang diamankan Satreskrim Polres Muna, Selasa (3/5) lalu.

“Benar, besok autopsi akan dilakukan di makam korban. Dokter yang dipilih oleh pihak keluarga dari UHO,” ujarnya, Jumat (6/5).

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Astaman Rifaldy.
Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Astaman Rifaldy. Foto: Istimewa.

Astaman menegaskan, jajaran Polres Muna menjalankan tugas dengan baik dan secara profesional. Jika keluarga korban menemukan kejanggalan terhadap meninggalkan almarhum dan memilih dilakukan autopsi, pihaknya mendukung keinginan keluarga Amis Ando sekaligus untuk melancarkan proses penyelidikan.

“Supaya terungkap dan tidak ada informasi miring yang beredar lagi,” tegasnya.

Kendati demikian, Astaman menyebut bahwa Amis Ando diamankan di ruang penyidik pidana umum (Pidum) Polres Muna, bukan ditahan di dalam sel. Ia diamankan karena aduan warga. Namun, aparat kepolisian belum sempat melakukan interogasi sebab saat diamankan, ia dalam keadaan mabuk. 

Terkait adanya kejanggalan dan luka di tubuh korban, pihaknya sedang menunggu hasil visum dari RSUD Kabupaten Muna. Tetapi luka di tangannya adalah bekas borgol. Ia mengamuk di Polres Muna dan berusaha melepaskan borgol, akibatnya ada luka di tangannya. 

Mantan Kasat Narkoba Polresta Kendari ini menambahkan, saat ini 3 anggota Reskrim Polres Muna dan 4 anggota piket Pidum Polres Muna juga telah diperiksa terkait kasus tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Muna, Jumat (6/5). Massa menuntut aparat kepolisian agar transparan menyelidiki kasus Amis Ando, tahanan yang diduga meninggal dunia secara tak wajar di Polres Muna.

Salah seorang keluarga korban bernama Jafir Halim mengatakan, kematian Amis Ando pada Rabu, (4/5) menuai sejumlah kejanggalan. Pasalnya, terdapat luka lecet di pergelangan tangan korban. Bahkan, ada dugaan tanda-tanda kekerasan di bagian belakang, telinga, dada, dan mengeluarkan busa dari mulut.

“Kami dari keluarga almarhum Amis Ando pagi tadi telah melakukan demonstrasi terkait meninggal Amis Ando, tetapi yang menjadi tuntutan kami diabaikan oleh pihak kepolisian tidak terealisasikan. Artinya, Kapolres tidak menemui kami, di sini kami sangat menduga bahwa almarhum ini dianiaya sebelum meninggal dunia,” pungkasnya. 

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten