Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Travel

Buton Bakal Dikunjungi KRI Dewaruci dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022

Buton Bakal Dikunjungi KRI Dewaruci dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022
Titik Muhibah Jalur Rempah 2022. Foto: Dok. Kemendikbud.

Baubau – Pulau Buton yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dikunjungi oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci dalam kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan. Kapal latih TNI Angkatan Laut tersebut membawa pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi dengan tujuan untuk tapak tilas Jalur Rempah Nusantara.

Melansir Kemdikbud.go.id, pelayaran ini akan menyusuri titik-titik Jalur Rempah Nusantara, di antaranya enam titik yang telah dipilih sebagai upaya menguatkan jati diri bangsa, mengenal kearifan budaya setempat, dan merayakan ketersambungan budaya jalur rempah.

Enam titik tersebut yakni, Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda Neira, dan Kupang. Pelayaran ditandai dengan Festival Jalur Rempah, mengangkat kekayaan alam dan budaya masing-masing titik singgah yang dirajut dari elemen budaya berupa seni, kriya, kuliner, ramuan, wastra, dan kesejarahan.

Kegiatan ini sebagai upaya diplomasi budaya dan menguatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kita ingin melihat jalur rempah “dari geladak kapal kita sendiri”.

Mengangkat kembali budaya rempah adalah upaya membangun ekosistem budaya dari hulu hingga hilir yang diharapkan didukung oleh semua pihak.

Gerakan ini diharapkan menjadi kebangkitan atas kekuatan kebaharian, mengubah paradigma lama, dan membangun perspektif yang luas atas potensi alam dan budaya Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:  Mural Ramaikan Festival Budaya KPU Sultra di Kendari Water Sport

Bekerja sama dengan TNI AL, Muhibah Budaya Jalur Rempah dimulai dari 1 Juni 2022 dan berakhir pada 2 Juli 2022 dengan mengarungi lintas samudra menyusuri enam titik.

Peserta akan disebar dalam empat titik pergantian atau pertukaran peserta: 1) Surabaya, 2) Makassar, 3) Ternate, dan 4) Kupang. Jumlah peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah setiap koridor pelayaran sebanyak 134 orang (126 laki-laki dan 8 perempuan), yang terdiri dari awak TNI AL KRI Dewaruci (80 orang), perwakilan provinsi (42 orang), pendamping/mentor (6 orang), dan media (6 orang).

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menegaskan kembali keindonesiaan yang telah terhubung sejak lama dan diharapkan bisa membantu pembangunan berkelanjutan.

Ketersambungan budaya dalam lintas daerah di Indonesia menjadi suatu esensi dari program Muhibah Budaya Jalur Rempah atas keberagaman pendukung budaya yang dipersatukan melalui kehangatan rempah-rempah, untuk mengembangkan dan memperkuat ketahanan budaya dan diplomasi budaya, memaksimalkan pemanfaatan Cagar Budaya dan Warisan Budaya Takbenda.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten