Peduli Stunting, BEM FK UHO Beri Literasi Kesehatan pada Masyarakat di Kendari Barat

Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Bulan Bakti dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait stunting (kondisi gagal tumbuh karena kurangnya asupan gizi) untuk anak usia dini di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sabtu (25/6/2022).
Kegiatan yang bertajuk “Small steps to prevent stunting towards a healthy society” ini dilaksanakan di aula Kantor Camat Kendari Barat yang dihadiri langsung oleh Camat Kendari Barat, Amir Yusuf.
Amir Yusuf memberikan apresiasi kepada BEM FH UHO perihal pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, pemberian literasi ini seharusnya bisa menjadi manfaat kepada para orang tua untuk terus memperhatikan tumbuh kembang buah hatinya agar terhindar dari stunting.

“Wilayah kita ini cukup tinggi kasus stunting-nya, jadi harusnya kegiatan ini bisa jadi perhatian warga kita agar bisa menekan angka stunting itu tadi,” katanya saat memberikan sambutan.
Pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan supaya lebih banyak masyarakat khususnya orang tua yang sadar akan stunting.
“Dengan adanya giat ini, semoga ibu-ibu yang hadir ini bisa dapat edukasi tentang stunting. Saya berharap semoga giat ini bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bulan Bakti, Alif Rama Sakti mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari BEM FK UHO, untuk memantau dan memberikan edukasi kepada orang tua terhadap stunting, baik itu bahayanya serta bentuk pencegahannya.
“Jadi kami sinergis dengan program pemerintah dalam rangka mendukung percepatan penurunan angka stunting yang mana hal ini telah berkaitan dengan peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021,” katanya.
Dia menjelaskan, Kecamatan Kendari Barat dipilih sebagai sasaran kegiatan karena angka stunting cukup tinggi. Kasus pelaporan kepada Dinas Kesehatan Kota Kendari mencapai kurang lebih 53 anak yang terindikasi stunting.
“Kami melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan perihal kasus stunting di Kota Kendari, walhasil kami memilih kecamatan ini karena angka stunting-nya cukup tinggi,” jelasnya.
Lanjut dia, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan kepada ibu dan anak. Total peserta yang hadir sebanyak 50 orang.
“Tadi kami lakukan penyuluhan tentang stunting, lalu pemeriksaan kesehatan pada ibu dan bayi yang menjadi peserta,” lanjutnya.
Alif berharap kegiatan ini bisa menekan angka stunting di Indonesia yang masih cukup tinggi.
“Harapannya kita bisa membantu pemerintah untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada 2024,” harapnya.





