Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Melihat Lebih Dekat Sapi Kurban Presiden Jokowi di Konawe

Melihat Lebih Dekat Sapi Kurban Presiden Jokowi di Konawe
Sapi milik Ade Ariyanto menjadi pilihan hewan kurban Presiden Jokowi untuk masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: La Ode Risman Hermawan/Kendariinfo. (1/7/2022).

Konawe – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih sapi jenis simmental (Swiss Fleckvieh) milik Ade Ariyanto, peternak asal Desa Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe sebagai hewan kurban yang akan diberikan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) saat Iduladha 1443 Hijriah. Sapi Ade Ariyanto memiliki bobot 1 ton dan akan dibeli Presiden Jokowi seharga Rp110 juta.

Hewan kurban Presiden Jokowi tersebut saat ini masih terikat di kandang belakang rumah bersama sapi-sapi Ade yang lain. Sama seperti jenis simmental pada umumnya, bagian wajah sapi didominasi warna putih sebagai ciri khas. Sementara bagian tubuhnya berwarna hitam keputih-putihan. Warna tubuh yang sedikit berbeda dengan jenis simmental lainnya karena induk sapi tersebut adalah green brahman (hasil perkawinan silang sapi bali dan brahman). Ade mengatakan, sapi kurban Presiden Jokowi itu baru berusia 3,8 tahun dan merupakan hasil inseminasi buatan (IB) simmental ke green brahman.

“Induknya green brahman. Sapi bali kawin dengan brahman, sehingga lahirlah green brahman. Waktu itu saya IB dengan simmental,” kata Ade kepada Kendariinfo saat ditemui di rumahnya, Jumat (1/7/2022).

Jika disandingkan dengan sapi Ade yang lain, hewan kurban Presiden Jokowi itu ukurannya jauh lebih besar. Meski begitu, Ade tak punya perawatan khusus untuk memelihara sapi tersebut. Ade mengaku hanya memberi makan sapi-sapinya dengan rerumputan seperti odot, gajah, dan setaria. Untuk minumannya, sapi hanya diberi air yang dicampur dedak.

Baca Juga:  Dinkes Sultra Imbau Warga Waspadai ISPA saat Pancaroba

“Tidak ada perawatan khusus, sama seperti sapi-sapi biasa,” ujarnya.

Ade menjelaskan, sapinya terpilih sebagai hewan kurban Presiden Jokowi setelah melewati seleksi yang sangat ketat, mulai dari bobot sampai dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Agar memastikan sapinya bebas PMK, Ade juga harus mengirim sampel ke laboratorium Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk diuji. Dia menyebut, ada tiga kandidat yang diajukan sebagai hewan kurban untuk Presiden Jokowi, namun sapinya terpilih oleh tim seleksi.

“Sebenarnya di Konawe zona hijau (PMK). Tapi sebagai persyaratan, saya kirim sendiri sampel ke Maros. Di Sulawesi Tenggara, ada tiga kandidat yang akan dibeli Jokowi sebagai hewan kurban dan diseleksi secara ketat. Tapi yang lolos seleksi adalah ini,” jelasnya.

Rencananya, sapi tersebut akan dikirim ke Kabupaten Buton pada 6 Juli 2022 melalui perjalanan darat dan dikawal langsung oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra. Setelah tiba di Kabupaten Buton, sapi akan diserahkan kepada pengurus masjid Kelurahan Nurul Yaqin, Kelurahan Pasarwajo, Kecamatan Pasarwajo. Sementara itu, untuk pembayaran hewan kurban Presiden Jokowi kepada Ade akan dilakukan setelah tiba di lokasi pengiriman sapi.

“Belum dibayar. Katanya sampai di sana baru dibayar. Saya sendiri yang akan jaga sampai hari H atau sebelum dipotong. Berangkat dari sini tanggal 6 Juli 2022 sekalian serah terima di Kantor Bupati Konawe dan langsung jalan ke Buton,” pungkasnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Target Vaksinasi Bisa 1 Juta Dosis Per Hari Bulan Depan
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten