Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Permukiman Kumuh di Puday – Lapulu Kendari Dibenahi, Target Rampung Agustus 2022

Permukiman Kumuh di Puday – Lapulu Kendari Dibenahi, Target Rampung Agustus 2022
Pengerjaan program KOTAKU di kawasan Puday - Lapulu Kendari. Foto: Kementerian PUPR.

Kendari – Permukiman kumuh di kawasan Puday Lapulu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang dilakukan pembenahan untuk peningkatan kualitas di area tersebut melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan program KOTAKU ada kolaborasi antara Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah (Pemda) untuk mendorong dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

“Penataan kawasan kumuh seperti ini bukan hanya dilakukan pada permukiman di bantaran sungai, namun juga di tempat lain seperti permukiman di dekat tempat pembuangan sampah ataupun kampung padat penduduk di perkotaan,” kata Basuki dikutip dari situs resmi PUPR, Kamis (28/7/2022).

Berdasarkan perencanaan, program yang sudah mulai dikerjakan sejak 15 September 2021 ini akan ditargetkan rampung pada bulan Agustus 2022 mendatang, dan menghabiskan anggaran sebesar Rp49 miliar.

Pengerjaan program ini dilaksanakan oleh PT Lince Roamuli Raya sebagai kontraktor pelaksana dan PT Kogas Driyap Konsultan sebagai konsultan pengawas.

Peningkatan kualitas permukiman akan mencakup kawasan 14,7 hektare yang dikerjakan oleh Ditjen Cipat Karya, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sultra dan saat ini pengerjaan telah mencapai 85 persen.

Sementara itu, untuk pengerjaan kawasan meliputi pengaspalan jalan, penataan jalan, dan tangga dermaga waterfront city, jalan setapak, ruang terbuka hijau, dan tambatan bagi perahu masyarakat hingga tempat MCK.

Baca Juga:  Temani Ibu Petik Daun Singkong, Pelajar SD di Muna Dililit Ular Sepanjang 5 Meter

Selain itu, kawasan ini juga akan ditata pada sculpture, dan letter kota, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, area perbaikan jaring nelayan, tempat pengeringan ikan, gerbang utama, dan area parkiran.

Kepala BPPW Sulawesi Tenggara, I Wayan Krisna Wardana menyampaikan harapannya agar kawasan Puday – Lapulu tetap dijaga kebersihannya setelah program pengerjaan ini rampung.

“Harapan kami infrastruktur ini, harus dijaga dan terus terpelihara oleh kelompok pemelihara dan pemanfaatan secara berkesinambungan, yang telah ada di tingkat masyarakat dan tingkat Kota Kendari, sehingga kawasan ini tetap bersih dan terpelihara dengan baik,” harap Krisna.

Program KOTAKU Puday – Lapulu ini dibuat agar dapat mewujudkan peningkatan kota dan perekonomian lokal yang akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat di area tersebut.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten