Polisi Periksa Saksi Baru Dugaan Pelecehan di Kendari, Mengaku Pernah Jadi Korban Prof B

Kendari – Polisi kembali memeriksa saksi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Prof B, oknum guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (3/8/2022). Dalam pemeriksaan, saksi baru tersebut mengaku juga pernah mendapat perlakuan tak senonoh dari Prof B.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, mengatakan sudah ada enam saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan pelecehan Prof B. Dia menyebut, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat ini. Meski begitu, Fitrayadi tidak menyebut secara rinci waktu gelar perkara.
“Dalam waktu dekat kita akan lakukan gelar perkara terkait laporan itu. Dalam gelar perkara itu, penyidik akan menentukan nasib Prof B, apakah lanjut ke tahap penyidikan atau tidak,” kata Fitrayadi kepada wartawan, Rabu (3/8).
Sementara itu, saksi baru yang diperiksa juga merupakan mahasiswi di UHO Kendari. Dia datang ke Polresta Kendari dengan didampingi beberapa rekannya. Saat ditemui wartawan, dia mengaku pernah mendapat pelecehan dari prof B dengan motif yang hampir sama.
Awalnya dia terhambat urusan kuliah karena sakit. Akibatnya, nilai kuliahnya bermasalah. Dia lalu meminta perbaikan nilai kepada Prof B yang disampaikan melalui grup WhatsApp. Namun waktu itu permintaannya tidak direspons oleh Prof B. Prof B malah meminta seluruh mahasiswa yang ada dalam grup WhatsApp memasang foto profil asli.
“Kita disuruh pasang foto asli di WhatsApp. Kalau foto palsu atau tidak ada fotonya, kita akan dikasih keluar dari grup WhatsApp mata kuliah,”‘ katanya.
Setelah memasang foto asli, Prof B lalu menelepon saksi tersebut. Waktu itu, Prof B akan memberi keringanan dengan syarat menemuinya seorang diri di rumahnya di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Saat bertemu, saksi tersebut dan Prof B sempat berbincang-bincang. Tak lama berbincang-bincang, saksi tersebut langsung mendapat dugaan pelecehan dari Prof B.
“Saya sempat sakit memang itu hari, lain-lain penciuman apalagi masih suasana Covid-19. Dosen itu dia suruh saya hirup minyak angin di tangannya. Apakah saya masih bisa hirup atau tidak itu minyak angin,” katanya.
Saksi tersebut lalu memutuskan pulang. Sejak kejadian itu, dia selalu menghindar dari Prof B. Bahkan, saat berpapasan di kampus, dia selalu mencari jalan lain. Dia mengaku tidak berani melapor karena pertimbangan nilai, takut, dan mengingat kondisi ayahnya yang sedang sakit.
“Saya khawatirkan bapak ku karena masih sakit, jangan sampai saya melapor justru bapak ku tambah banyak pikiran,” ungkapnya.
Ada Lagi Mahasiswi Kendari yang Mengaku Dilecehkan Prof B, Motif Hampir Sama Sebelumnya





