Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Data Dinkes Kendari: Kasus DBD Tahun 2022 Meningkat Dibanding 2021

Data Dinkes Kendari: Kasus DBD Tahun 2022 Meningkat Dibanding 2021
Ilustrasi nyamuk DBD. Foto: Pixabay/nuzree.

Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari merilis data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2022 yang mengalami peningkatan 19 kasus dari tahun 2021 lalu.

Kasus terkonfirmasi DBD pada tahun 2021 lalu yakni sebanyak 211 kasus, sedangkan tahun 2022 meningkat menjadi 230 kasus. Angka ini mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi mengatakan, data tersebut merupakan data yang dikumpulkan hingga bulan Desember 2022, di mana dari total kasus positif yang ada, sebanyak 6 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah kematian di tahun 2020 ada 6 kasus, lalu di tahun 2021 sebanyak 4 kasus, dan 2022 sama dengan tahun 2020 yakni 6 kasus juga,” katanya, (3/1/2022).

Kasus kematian tersebut, menurut Ellfi karena keterlambatan penanganan dan pelayanan di fasilitas kesehatan selanjutnya atau fasilitas kesehatan rujukan. Hal ini bisa diantisipasi jikalau penderita lebih dahulu paham soal kondisi yang dialaminya, sehingga penanganan bisa segera diberikan.

“Sebenarnya kalau pasien sudah didiagnosa menderita DBD seharusnya dia sudah mendapat perawatan di rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan, agar harapan untuk sehat itu menjadi lebih tinggi,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2022, kasus kematian paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Wuawua dengan jumlah kematian 2 dari 20 kasus dan di Puskesmas Puuwatu 2 dari 56 kasus, dengan perincian 1 kasus terjadi di Puskesmas Jati Raya dan 1 kasus di Puskesmas Kemaraya. Sementara, yang bebas kasus ada di wilayah kerja Puskesmas Benubenua, Abeli, dan Nambo.

Baca Juga:  Vaksin Booster ke-2 bagi Nakes di Kendari Mulai 8 Agustus 2022

Ellfi mengimbau kepada masyarakat untuk terus tingkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, bila ada gejala demam lebih dari 3 hari di rumah sebaiknya segera periksa jangan sampai ada indikasi DBD.

“Ayo sama-sama kita berantas DBD mulai dari lingkungan rumah kita sendiri, rutin melakukan pengawasan jentik baik dalam rumah maupun luar rumah, melakukan 3M plus dan jika ada masyarakat yang demam kita ajak untuk ke pelayanan kesehatan terdekat baik itu ke puskesmas maupun rumah sakit,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten