Data BPS per Januari 2023: Nilai Ekspor Sultra Turun, Nilai Impor Malah Naik

Sulawesi Tenggara – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) per Januari 2023 mengalami penurunan sebesar 26,63 persen dibandingkan Desember 2022 lalu. Sementara nilai impor di periode yang sama malah mengalami kenaikan signifikan yaitu 124,84 persen dibanding bulan Desember 2022.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra, Agnes Widiastuti menjelaskan, nilai ekspor Sultra Januari 2023 mencapai US$369,37 juta atau turun 26,63 persen dibanding ekspor Desember 2022 yang tercatat US$503,42 juta.
“Sementara volume ekspor Januari 2023 tercatat 164,62 ribu ton atau turun sebesar 24,89 persen dibanding volume ekspor Desember 2022 yang tercatat 219,18 ribu ton,” katanya, Rabu (1/3/2023).
Sultra dengan segala potensi Sumber Daya Alam mempunyai peluang dalam perdagangan luar negeri yang tercermin dalam statistik ekspor. Data Statistik Ekspor diperoleh dari Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Bea dan Cukai.
“Komoditas yang selama ini menjadi andalan Sultra antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar pada benua Asia, Australia hingga Amerika,” lanjutnya.
Kemudian, untuk nilai impor Sultra pada Januari 2023 mencapai US$249,26 juta, naik 124,85 persen dibandingkan Desember 2022 atau naik 23,28 persen dibandingkan Januari 2022.
Volume impor Januari 2023 senilai 653,22 ribu ton, naik 194,311 persen dibandingkan Desember 2022 atau naik 88,64 persen dibandingkan Januari 2022.
“Peningkatan impor golongan barang terbesar Januari 2023 dibandingkan Desember 2022 adalah bahan bakar mineral yaitu sebesar US$136,41 juta (naik 279,92 persen),” tutupnya.





