Pemkab Koltim Buka Pasar Rakyat Mowewe untuk Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Kolaka Timur – Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis resmi membuka Pasar Rakyat Mowewe yang terletak di Desa Sabi Sabila, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sabtu (5/3/2023) pagi.
Abdul Azis mengatakan bahwa Pasar rakyat ini merupakan penggerak ekonomi masyarakat yang memiliki fungsi strategis dan memiliki kedekatan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, pasar rakyat yang unik ini membutuhkan treatment khusus dalam pengelolaan, pengembangan, serta pelestariannya.
“Pasar rakyat merupakan aspek penting dalam sistem perdagangan nasional. Kemendag RI akan terus mendukung program revitalisasi 500 unit pasar rakyat sebagai upaya mengangkat citra dan eksistensi pasar agar memiliki daya saing dan mampu bertahan dalam era persaingan bebas,” kata Abdul Azis.
Menurutnya harmonisasi antara strategi dan implementasi program ini terus diperkuat untuk lebih mengoptimalkan kinerja pasar bagi perekonomian rakyat.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI hingga akhir tahun 2016 tercatat sebanyak 1.776 unit pasar rakyat yang telah selesai dibangun dan direvitalisasi. Sementara pada tahun 2017, pemerintah sedang dalam tahap untuk merealisasikan rencana sebanyak 1.003 unit pasar rakyat untuk masuk dalam prioritas program revitalisasi ini dengan anggaran sebesar Rp3 triliun.
Abdul Azis menambahkan bahwa hadirnya pasar tersebut sebagai upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim untuk terus menggerakkan perekonomian agar terus berputar dan pelayanan di pasar berjalan lancar yang juga dapat membuka lapangan kerja.
“Jadi, warga yang akan belanja ke pasar dan para pedagang, bisa terlayani dengan lebih baik. Bapak Kepala Bapenda Koltim telah menyerahkan dokumen ke Dinas Koperindag, semua itu agar pengurusan dokumen para pedagang juga bisa lebih mudah dan bisa cepat selesai urusannya,” jelasnya.
Orang nomor satu di Koltim tersebut mengimbau agar semua pihak yang terkait di pasar ini untuk bisa menjaga dan merawat pasar tersebut sehingga pedagang dan masyarakat bisa merasa nyaman dan terlayani dengan baik.
“Semoga dengan adanya pasar ini, bisa memberikan pelayanan terbaik, dan berdampak ekonomi yang higienis dan berjalan lancar, agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Kepada semua lini pemerintahan, saya berharap mulai berpikir tentang inovasi dalam melayani warga yang dimulai dari Pasar Rakyat Mowewe ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kadis Koperindag dan UMKM Koltim, Muhammad Aras dalam laporannya menyampaikan bahwa Pasar Rakyat Mowewe ini merupakan salah satu bangunan ikonik dan merupakan indikator pertumbuhan ekonomi sebagaimana di dalam pasar terjadi transaksi antara penjual dan pembeli yang tentunya di dalamnya bertujuan untuk menggerakan ekonomi di daerah.
“Jadi bangunan ini, memberikan ruang dalam arti peningkatan dalam perekonomian Kabupaten Koltim, dengan adanya bangunan ini, tentunya akan lebih maksimal di dalam pencapaian target pendapatan pemerintah daerah,” tambah Aras.
Diketahui Kemendag terus memperkuat sinergi dan koordinasi yang intensi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi program nasional 5000 pasar rakyat ini, antara lain dengan penambahan jam kerja, jumlah tenaga kerja, dan mengevaluasi setiap minggu permasalahan yang timbul berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan.
Jika pembangunan pasar rakyat sudah selesai, Kemendag menegaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pasar rakyat harus langsung dimanfaatkan dan memprioritaskan pedagang lama. Kedua, segera diusulkan tahapan proses hibah ke Kemendag dan untuk pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.





