Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

BMKG Prediksi Sultra Akan Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke Depan

BMKG Prediksi Sultra Akan Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Ilustrasi cuaca buruk di Jembatan Teluk Kendari. Foto: Dok. Aldi/Kendariinfo. (15/1/2021).

Kendari – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) masih akan diguyur hujan lebat hingga sepekan ke depan.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui siaran persnya. Dia menyebut, Sultra dan beberapa daerah lain akan diguyur hujan lebat mulai 26 Maret hingga 1 April 2021 mendatang.

“Ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat seperti di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat,” ujarnya, Kamis (25/3/2021).

Menurut Dwikorita, peristiwa tersebut disebabkan fenomena La Nina yang baru akan berakhir pada bulan Mei 2021. Akibatnya, beberapa daerah mengalami keterlambatan memasuki musim kemarau.

“Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas yang terus melemah. Dengan begitu, 58 persen wilayah zona musim terlambat masuk musim kemarau,” ungkapnya.

Lanjut Dwikorita, puncak musim kemarau baru akan terjadi pada bulan Agustus 2021.

“Musim Kemarau pada tahun 2021 akan datang lebih lambat dengan akumulasi curah hujan yang mirip dengan kondisi musim kemarau biasanya. Artinya musim kemarau 2021 cenderung normal dan kecil peluang terjadinya kekeringan ekstrem, seperti musim kemarau tahun 2015 dan 2019,” lanjutnya.

Baca Juga:  Ada 390 Janda dan Duda Baru di Kota Kendari pada Januari - Juni 2022

Dia menambahkan, bulan April hingga Mei merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Oleh karena itu, Dwikorita mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan hujan es yang biasa terjadi pada periode tersebut.

“Masih perlu diwaspadai terutama di musim pancaroba, biasanya terjadi hujan lebat disertai petir, angin puting beliung bahkan ada juga hujan es,” pungkasnya.

Laporan: Risman

Penulis
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten