Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Cerita Warga Binaan Mulai Hafal Al-Qur’an Sejak di Lapas Kendari

Cerita Warga Binaan Mulai Hafal Al-Qur’an Sejak di Lapas Kendari
Muh Eko Frian (28), warga binaan penghafal Al-Qur'an di Lapas Kelas II A Kendari. Foto: Kendariinfo. (26/3/2024). 

Kendari – Seorang warga binaan asal Kabupaten Konawe bernama Muh Eko Frian (28) yang berada di Lapas Kelas IIA Kendari terus memperkuat ilmu keagamaannya. Eko ternyata mulai menghafal Al-Qur’an sejak menjadi warga binaan di tempat tersebut.

Eko mengatakan dirinya mulai tertarik mendalami bidang keagamaan saat mulai menjadi warga binaan di Lapas Kendari tahun 2021. Akhirnya ia tertarik untuk menghafal Al-Qur’an untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

“Sebelum saya masuk penjara, saya tidak tahu baca Al-Qur’an, tidak tahu gerakan-gerakan salat. Pokoknya saya di luar itu kacau sekali,” ungkap Eko, Selasa (26/3/2024).

Awal-awal saat menjalani masa tahanan, Eko mengaku cukup berat dengan keadaan seperti itu. Namun, dirinya kembali membulatkan tekad untuk menjadi warga binaan yang baik agar ke depan tidak mengulangi perbuatannya.

Ia pun memilih mendalami ilmu agama dibarengi dengan memulai mencoba menghafal Al-Qur’an. Eko mengaku, setelah mulai menghafal Al-Qur’an, hatinya kembali semangat untuk menjalani hari-hari.

“Ketika saya menghafal, hilang lagi saya punya keraguan yang awalnya saya putus asa masuk penjara,” ujarnya.

Eko menjelaskan sampai saat ini sudah berhasil menghafalkan Al-Qur’an sebanyak 3 juz. Ia akan terus menambah hafalan hingga akhirnya dinyatakan bebas dan kembali ke masyarakat.

Sementara Koordinator Humas Lapas Kelas IIA Kendari, Mustar Taro, mengatakan di dalam lapas sendiri, pihaknya memiliki beragam konsep pembinaan kepribadian, salah satunya keagamaan sesuai arahan Kepala Lapas, Tapianus Antonio Barus. Ia pun mencontohkan Eko yang merupakan warga binaan telah menghafal Al-Qur’an sejak mendekam dalam lapas.

“Seperti tadi salah satu warga binaan kita dia sudah menghafal 3 juz dan dia lakukan itu karena niat yang terbersit saat di dalam lapas,” bebernya.

Mustar berharap agar masyarakat terus memberikan dukungan kepada warga binaan yang ada di dalam lapas bahwa tempat tersebut bukanlah akhir dari segalanya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten