Detik-Detik Pembunuhan Mertua di Kendari, Pelaku Dijemput hingga Semobil dengan Korban

Kendari – Polresta Kendari kembali membeberkan fakta di balik pembunuhan berencana ibu mertua berinisial M (51) yang dilakukan oleh menantunya berinisial ND dan seorang pria berinisial CM.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, mengatakan pihaknya mendapat informasi awal bahwa ND dan mertuanya berinisial M dibegal oleh 4 orang pria di Jalan Madusila, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Minggu (7/4/2024) lalu.
Saat pembegalan itu, ND mengaku mengemudikan mobil berwarna kuning dengan nomor polisi DT 1340 CR dan ditumpangi ibu mertuanya.
Sesampainya di lokasi kejadian, ND mengaku dibegal oleh 4 orang pria yang saling berboncengan menggunakan dua unit sepeda motor.
Akibat pembegalan itu, ND dipukul oleh komplotan pelaku dan mertuanya meninggal dunia di RSUD Kota Kendari karena 10 luka tusuk. Bahkan, sejumlah barang berharga mereka klaim raib dibawa kabur.
Dari hasil olah TKP dan interogasi, penyidik Satreskrim Polresta Kendari ternyata menemukan sejumlah kejanggalan, sebab ND memberikan keterangan yang berbeda dan berbelit-belit.
Setelah sembilan hari melakukan penyelidikan, polisi ternyata menemukan fakta bahwa M merupakan korban pembunuhan berencana. Pelakunya ialah menantunya sendiri berinisial ND dan seorang pria berinisial CM (tetangga ND).
Saat pembunuhan dilakukan, menantu dan mertua sempat berbelanja. Keduanya sempat membeli kebutuhan lebaran di Pasar Anduonohu.
ND kemudian melanjutkan kendaraan menuju sebuah perumahan di Anduonohu. Ternyata, ia menjemput CM di lokasi itu. Ketiganya pun menumpangi mobil yang sama dan kendaraan bergerak menuju area Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli.
“Korban sempat bertanya, siapa pria (inisial CM) yang numpang dalam mobil. Tapi menantunya itu beralasan bahwa itu adalah sepupunya. Mau antar dulu sepupunya kemudian balik ke rumah,” kata Aris saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Kendari, Rabu (17/4/2024).
Dalam perjalanan menuju Lapulu, CM yang duduk di belakang korban tiba-tiba mengeluarkan seutas tali lalu melilit leher korban. Saat itu, mertua ND sempat memberontak namun CM langsung mengambil sebilah pisau kemudian menikam tubuh M berulang kali.
“Korban mengalami luka sebanyak 10 tusukan,” tambahnya.
Setelah memastikan bahwa M telah kelelahan dan tak berdaya, ND menghentikan kendaraan dan meminta CM turun dari mobil. Bahkan, ND meminta tetangganya itu memberinya tamparan seolah-olah ia juga dianiaya oleh pelaku begal.
Tidak hanya itu, ND memberikan barang-barang berharga kepada CM agar kejadian itu didesain sebagai aksi pembegalan. CM pun meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki sembari bersembunyi di kawasan pohon bakau.
“Jadi keterangan awal bahwa pelaku ada 4 orang berboncengan menggunakan dua unit motor, itu tidak benar. Yang benar, mereka semua menumpangi mobil yang sama dan korban dieksekusi dari belakang oleh CM,” tegasnya.
Usai kejadian, ND ke luar dari mobil dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Ibu mertuanya juga sempat dilarikan ke RSUD Kota Kendari untuk diberikan penanganan medis, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia.
Kini, kasus pembunuhan berencana yang didesain sebagai aksi pembegalan itu telah terungkap. ND dan CM pun telah ditangkap dan terancam hukuman mati.
Sebelum Membunuh, Menantu di Kendari Rencanakan Santet hingga Bakar Rumah Mertua
Skenario Menantu Rencanakan Pembunuhan Ibu Mertua Terungkap, Berikut Motif dan Kronologi Kejadian





