Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Perkara Lahan Jadi Alasan Warga Blokir Jalan Hauling PT OSS Konawe

Perkara Lahan Jadi Alasan Warga Blokir Jalan Hauling PT OSS Konawe
Alat berat PT OSS yang lumpuh usai jalan hauling diblokir. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (16/5/2024).

Konawe – Jalan hauling yang dijadikan sebagai akses kendaraan berat PT OSS di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) diblokir warga, Kamis (16/5/2024).

Pemblokiran dilakukan dengan cara menghambur sejumlah material batuan di tengah jalan. Akibatnya, puluhan alat berat milik perusahaan tambang tersebut lumpuh dan tidak bisa melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendariinfo, pemblokiran jalan ini dilakukan karena PT OSS diduga tidak menepati janji terhadap pemilik lahan bernama Risal.

Risal mengaku, sekitar tahun 2018 – 2019 lalu, pihak PT OSS ingin mengambil alih lahan seluas 9 hektare itu. Saat itu, keduanya bersepakat akan melakukan tukar-menukar kawasan. Artinya, lahan Rizal dengan status bersertifikat sah akan diambil oleh perusahaan. Dan perusahaan akan menyiapkan lahan di lokasi lain yang statusnya hanya memiliki Surat Kepemilikan Tanah (SKT).

“Saya setuju saat itu karena lokasi ini akan menjadi perusahaan besar. Jadi, demi terbangunnya smelter dan lancarnya industri tambang, saat itu saya setuju untuk tukar guling,” katanya saat ditemui di lapangan.

Tetapi, hingga tahun 2024 ini, lahan yang dijanjikan itu belum memiliki sertifikat dan masih berstatus SKT. Risal pun meminta kepada PT OSS agar segera menunaikan komitmen tersebut.

Tetapi, ia hanya dijanji-janji. Bahkan beberapa kali bertemu dengan pihak PT OSS, tak ada kejelasan untuk Risal. Karena geram dan merasa dijanji terus, ia memilih menutup akses jalan hauling itu dan alat berat milik PT OSS diminta mencari alternatif lain untuk beroperasi.

Baca Juga:  Hasil Hitung Cepat Internal, Irham-Wahyu Unggul Pilbup Konsel

Saat ini, puluhan alat berat masih terparkir di kawasan jalan tersebut. Mereka belum bisa melintas sebab pemilik lahan tidak ingin membuka tumpahan material sebelum pihak PT OSS menepati janjinya.

Tidak hanya itu, di lokasi jalan hauling itu juga ada sejumlah karyawan dan Humas PT OSS yang mencoba membujuk Risal tetapi Risal bersikukuh tidak ingin membuka jalan sampai semua komitmen terlaksana.

Sementara itu, Tim Legal PT OSS, Sul saat ditemui di lapangan belum bisa memberikan keterangan resmi sebab menunggu arahan dari pihak kantor.

“Saat ini saya belum bisa berkomentar, karena menunggu arahan dari pimpinan,” singkatnya.

Warga Blokir Jalan Hauling PT OSS Konawe, Aktivitas Alat Berat Lumpuh

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten