Ada 270 Ton Pupuk Subsidi untuk 371 Petani Kendari

Kendari – Sebanyak 270 ton pupuk subsidi dialokasikan untuk 371 petani di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 2025. Hingga April 2025, sebanyak 65,1 ton telah disalurkan Dinas Pertanian Kota Kendari setelah menerima alokasi dari pemerintah pusat.
Kuota terdiri dari 115 ton pupuk jenis urea dan 155 ton pupuk NPK yang diperuntukkan bagi petani terdaftar dalam sistem e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Melalui sistem itu, penyaluran pupuk subsidi menjadi teratur, tepat sasaran, dan transparan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, menjelaskan saat ini terdapat 371 petani yang telah terverifikasi dan berhak menerima pupuk subsidi. Petani penerima pupuk subsidi dapat mengambilnya pada kios-kios resmi yang ditunjuk pemerintah dengan membawa identitas diri.
“Pemerintah telah menyiapkan distribusi melalui kios-kios resmi. Petani cukup menunjukkan KTP atau Kartu Tani untuk menebus pupuk,” jelas Makmur, Kamis (29/5/2025).
Distribusi pupuk sudah berlangsung secara bertahap. Wilayah dengan kebutuhan tertinggi, seperti Baruga, Kambu, dan Poasia, telah menerima pasokan awal sebesar 46,8 ton pada Februari 2025 lalu. Baruga menjadi titik distribusi terbesar, mengingat wilayah ini memiliki area persawahan luas dan aktif.
Dari sisi ketersediaan, stok pupuk di Kota Kendari masih aman. Saat ini terdapat 85,1 ton urea dan 116,9 ton NPK yang siap didistribusikan menyesuaikan musim tanam dan permintaan petani. Pemerintah memastikan stok akan terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap kecamatan.
Berikut data ketersediaan pupuk subsidi per kecamatan di Kota Kendari:
Abeli: Urea 500 kilogram dan NPK 1.900 kilogram
Baruga: Urea 66.800 kilogram dan NPK 71.150 kilogram
Kadia: –
Kambu: Urea 1.000 kilogram dan NPK 3.400 kilogram
Kendari: Urea 2.000 kilogram dan NPK 4.000 kilogram
Kendari Barat: –
Mandonga: Urea 4.400 kilogram dan NPK 11.850 kilogram
Poasia: Urea 3.950 kilogram dan NPK 7.500 kilogram
Puuwatu: Urea 5.000 kilogram dan NPK 15.000 kilogram
Wuawua: Urea 1.500 kilogram dan NPK 2.150 kilogram
Langkah pemerintah menyediakan pupuk subsidi ini diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi serta menjaga stabilitas hasil pertanian di tengah tantangan musim dan harga pupuk nonsubsidi yang tinggi. Dengan sistem e-RDKK yang terus diperbarui, distribusi akan semakin merata dan efisien ke depannya.





