Ada Lagi Mahasiswi Kendari yang Mengaku Dilecehkan Prof B, Motif Hampir Sama Sebelumnya
Kendari – Mahasiswi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Prof B, oknum guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dengan pengakuan mahasiswi tersebut, total sudah ada dua korban dugaan pelecehan Prof B.
Kasus pertama, Prof B dilaporkan ke polisi pada Senin (18/7/2022) lalu dan ke Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin (DKKED) UHO dua hari setelahnya, Rabu (20/7). Sementara kasus kedua, Prof B hanya dilaporkan ke DKKED UHO Rabu (27/7) pekan lalu. Ketua DKKED UHO, La Iru, mengatakan motif kasus pertama dan kedua hampir serupa.
“Motifnya mirip dengan kasus yang pertama,” kata La Iru kepada Kendariinfo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/8).
Dalam laporannya ke DKKED UHO, korban mengaku dugaan pelecehan tersebut terjadi pada 2021. Waktu itu korban masih semester dua dan bertemu dengan Prof B seorang diri. Bahkan lokasi terjadinya dugaan pelecehan sama dengan tempat kasus yang pertama.
“Kejadiannya tahun 2021, waktu korban masih semester dua. Dia tidak jelas juga tanggal berapa, di situ dia menyebut semester dua,” ujarnya.
La Iru menjelaskan, proses sidang kasus kedua sempat tertunda karena identitas korban kurang lengkap dalam laporannya. Meski begitu, pemeriksaan kasus dugaan pelecehan yang kedua akhirnya dilaksanakan setelah korban mendatangi Ruang DKKED UHO, Senin (1/8) sore sekitar pukul 15.00 WITA.
“Korban yang kedua melapor tanggal 27 juli 2022, tapi kami anggap laporannya kurang lengkap karena identitasnya tidak ada hanya namanya saja yang ada. Makanya kami tunda dulu,” jelasnya.
Usai memeriksa korban, pihak DKKED UHO juga kembali memanggil Prof B untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (2/8) pagi sekitar pukul 08.00 WITA. Dalam pemeriksaan itu, Prof B kembali membantah seluruh pengakuan korban dalam kasus yang kedua.
“Kami sedang berupaya mencari bukti tambahan karena terlapor tidak mengaku. Kalau dulu tidak mengaku juga hingga akhirnya kita panggil saksi, ini tidak ada,” ungkapnya.
Diduga Lecehkan Mahasiswi Sendiri, Oknum Dosen di Kendari Dilapor ke Polisi
