Ahmad Baiquni, Hafiz asal Sultra Jadi Wakil Indonesia di ICSM 3 Negara ASEAN

Kendari – Ahmad Baiquni, hafiz 30 juz asal Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 4 yang digelar pada 10 – 15 Februari 2026 di tiga negara ASEAN, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand. Ahmad Baiquni merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari.
Alumni Pondok Pesantren Al Ikhlas Konawe dan Pondok Tahfidz Al Hudzaifiyyah Kolaka itu menuturkan bahwa ICSM merupakan program konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Santri Mendunia bekerja sama dengan International Youth Connection (IYC).
“ICSM menjadi forum global bagi santri, mahasiswa, dan akademisi untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam merumuskan gagasan strategis penguatan ekosistem ekonomi syariah global,” ujar Ahmad kepada Kendariinfo, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, ICSM tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Santri dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Global,” yang menegaskan peran santri sebagai aktor intelektual dan sosial di tingkat internasional.
“Melalui tema itu, santri didorong untuk tampil sebagai bagian dari aktor intelektual dan sosial dalam skala internasional, khususnya dalam penguatan ekonomi syariah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad mengikuti berbagai agenda yang bersifat akademik, diplomatik, dan kultural. Ia juga mempresentasikan paper ilmiah dalam forum conference scientific paper.
“Kami mengikuti konferensi dan seminar internasional, termasuk mempresentasikan paper ilmiah yang membahas isu ekonomi syariah, pendidikan, dan budaya dalam perspektif global,” sambungnya.
Selain agenda konferensi, rangkaian kegiatan juga dirangkai dengan kunjungan ke Nanyang Technological University Singapura, guna memperluas wawasan peserta terhadap sistem pendidikan internasional serta membuka peluang jejaring akademik lintas negara.
“Kami juga melakukan kunjungan ke KBRI, industri strategis seperti percetakan Al-Qur’an terbesar pertama di asia dan kedua di dunia, serta mengunjungi sejumlah ikon dan landmark negara tujuan sebagai bagian dari wisata edukatif,” beber Ahmad.
Menurutnya, seluruh agenda tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pengalaman diplomasi pemuda berbasis nilai-nilai Islam.
“Program ini memberi pengalaman diplomasi dan memperkuat literasi global kami sebagai santri, sehingga bisa berkontribusi lebih luas dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” pungkasnya.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!





