Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Akses Jalan Ditutup karena Banjir, Armada Polres Konawe Muat Pemusik Bambu Terjebak di Kendari

Akses Jalan Ditutup karena Banjir, Armada Polres Konawe Muat Pemusik Bambu Terjebak di Kendari
Armada Polres Konawe yang memuat rombongan siswa pemusik bambu terjebak banjir di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (12/11/2025).

Kendari – Rombongan siswa pemusik bambu yang diangkut menggunakan mobil milik Polres Konawe sempat terjebak banjir di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (12/11/2025) sore.

Hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.10 Wita dan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Akibatnya, ruas jalan utama itu tergenang air dengan ketinggian bervariasi hingga menutupi badan jalan sepanjang sekitar 200 meter. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat.

Namun, ada dua unit mobil Polres Konawe yang memuat puluhan siswa pemusik bambu asal SDN 1 Unaaha. Rencananya mereka akan menuju lokasi kegiatan Gelar Seni Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara di halaman Kantor Taman Budaya, Kota Kendari.

Armada Polres Konawe yang memuat rombongan siswa pemusik bambu terjebak banjir di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Armada Polres Konawe yang memuat rombongan siswa pemusik bambu terjebak banjir di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (12/11/2025).

Mobil itu menerobos banjir namun sesampainya di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, kendaraan mereka yang nekat melintas terpaksa berhenti karena jalan ditutup sementara menggunakan kendaraan penghalang.

Salah seorang warga, Andri (27), mengatakan, kendaraan yang terjebak itu sempat berhenti beberapa menit di tengah genangan air sebelum akhirnya berhasil melaju kembali setelah warga membantu mengatur lalu lintas.

“Airnya cukup tinggi di tengah jalan, jadi mobil-mobil tidak berani lewat dulu. Setelah agak surut, baru kendaraan itu bisa jalan lagi,” ujar Andri.

Hingga sore hari, kondisi air di kawasan tersebut mulai surut dan aktivitas lalu lintas kembali normal. Kendaraan sudah bisa melintas seperti sediakala, meski beberapa titik masih menyisakan genangan kecil.

Baca Juga:  Warga Nambo, Kendari Keluhkan Pasir Penuhi Drainase Jadi Pemicu Air Meluap di Rumah dan Jalan
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten