Aksi FPN Sultra di Kendari Kutuk Agresi Militer AS ke Venezuela

Kendari – Sekitar 50 peserta dari Free Palestine Network (FPN) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Kantor Gubernur Sultra, Selasa (6/1/2026), untuk mengecam agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela akhir pekan lalu. Aksi tersebut menyoroti dugaan pelanggaran kedaulatan negara oleh AS.
Para peserta aksi membawa sejumlah poster, serta melakukan orasi yang mengecam tindakan militer tersebut, yang menurut mereka mencerminkan brutalitas dan dominasi kekuatan besar terhadap negara lain.
“FPN mengutuk keras agresi AS pada Venezuela. Agresi ini adalah bukti kesekian kali dari brutalitas kebijakan AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya,” ujar Sekretaris Jenderal FPN, Furqan.
Furqan menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kedaulatan bangsa Venezuela, serta menilai Washington sebagai “induk terorisme” akibat rekam jejaknya dalam intervensi di berbagai negara sepanjang sejarah.
Para pengunjuk rasa juga menyatakan solidaritas untuk rakyat Venezuela dan Presiden Nicolás Maduro , serta menyerukan komunitas internasional mengambil langkah tegas menghentikan apa yang disebut mereka sebagai agresi militer tersebut.
Aksi militer AS terhadap Venezuela terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan operasi militer yang dilaporkan menewaskan puluhan orang dan berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro serta membawanya ke AS untuk menghadapi dakwaan pidana. Operasi tersebut mengejutkan dunia internasional dan memicu kecaman dari berbagai negara serta organisasi internasional karena dianggap melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.





