Aksi Pemuda Kendari Tuai Perhatian Warganet, Bikin Program Tambal Jalan Rusak “1 Lubang 1 Hari”
Kendari – Seorang pemuda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencuri perhatian warganet setelah aksinya menambal jalan berlubang secara mandiri viral di media sosial. Aksi tersebut merupakan bagian dari program bertajuk ‘1 Lubang 1 Hari’ yang mulai rutin dijalankannya sejak Mei 2026.
Pemuda tersebut bernama Ade Ardiansyah. Ia mengaku menjalankan kegiatan itu secara mandiri dengan biaya pribadi demi membantu pengendara yang kerap melintasi jalan berlubang di Kota Kendari.
“Ini sebenarnya program pribadi, inisiatif 1 lubang 1 hari di jalan,” kata Ade kepada Kendariinfo, Minggu (17/5/2026).
Ade mengatakan dirinya memilih turun langsung karena sering melihat bahkan merasakan sendiri dampak jalan berlubang. Menurutnya, kondisi jalan rusak cukup membahayakan pengendara, terlebih saat musim hujan melanda Kota Kendari.
“Karena saya juga mencari rezeki di jalan, sering injak lubang. Dan semoga Allah menilai pahala di sisi-Nya,” ujarnya.
Program tersebut sudah berjalan sejak awal Mei 2026. Namun dalam pelaksanaannya, Ade mengaku sangat bergantung pada kondisi cuaca karena material yang digunakan cukup sensitif terhadap hujan.
Dalam aksinya, Ade menggunakan material aspal jenis Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA). Material tersebut dikenal sebagai metode tambal jalan praktis yang dapat langsung digunakan di lapangan.
“Iya, aspal panas hampar dingin. Untuk bahasa teknisnya CPHMA,” jelasnya.
Ade menyebut dirinya belum mampu menangani seluruh kerusakan jalan karena pengerjaan dilakukan tanpa alat berat. Karena itu, ia memilih lubang dengan ukuran kecil hingga sedang yang masih bisa dijangkau secara mandiri.
“Untuk kriterianya mungkin dimensi kecil-sedang yang bisa saya jangkau tanpa bantuan alat berat,” ungkapnya.
Sebelum dilakukan penambalan, beberapa titik jalan juga terlebih dahulu diberi tanda. Hal itu dilakukan karena hujan yang masih sering turun di Kota Kendari membuat proses pengerjaan belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Iya ditandai dulu kalau dapat, karena hujan masih melanda Kendari. Kemarin sudah cerah dan beberapa lubang bisa dieksekusi,” katanya.
Meski aksinya mendapat banyak perhatian warga, Ade mengaku tidak memiliki target besar dari program tersebut. Ia hanya berharap apa yang dilakukannya bisa memberi manfaat bagi masyarakat.
“Tidak ada harapan apa-apa. Yang terpenting bisa bermanfaat buat orang banyak,” tutupnya.
