Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Alumnus UHO Kendari Keluhkan Perubahan Data PDDikti, Nama Disebut Diganti Orang Lain

0
0
Unggahan video seorang yang mengaku alumnus UHO Kendari perihal perubahan data pribadinya di PDDikti. Foto: TikTok @amanda_ay09.

Kendari – Seorang perempuan yang mengaku sebagai alumnus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menyampaikan keluhan terbuka terkait perubahan data akademiknya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun TikTok @amanda_ay09, Minggu (28/12/2025). Unggahan itu kemudian viral dan kini sudah ditonton sebanyak 1,4 juta kali.

Dalam unggahan tersebut, yang bersangkutan menyebutkan bahwa data dirinya sebagai alumnus Program Studi Teknik Sipil UHO Kendari tiba-tiba berubah menjadi nama orang lain dengan jenis kelamin laki-laki. Ia mengaku kaget dan kecewa karena merasa tidak pernah mengajukan perubahan data apa pun.

Perempuan itu menyebut nomor induk mahasiswa (NIM) miliknya tetap tercantum, namun identitas nama pada sistem PDDikti berubah. Ia mempertanyakan bagaimana perubahan tersebut bisa terjadi dan meminta klarifikasi resmi dari pihak kampus.

“Saya kuliah empat tahun untuk dapat ijazah dan pengakuan resmi. Tetapi di PDDikti, nama saya berubah menjadi nama orang lain,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya merupakan mahasiswa aktif selama masa studi, mengikuti perkuliahan, praktikum, hingga kegiatan laboratorium, sehingga keberadaan data akademiknya seharusnya tercatat dengan benar.

Dalam unggahan itu, ia mendesak pihak UHO Kendari untuk segera menelusuri dan mengembalikan data akademiknya sesuai identitas yang benar. Ia juga meminta transparansi terkait mekanisme perubahan data di PDDikti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak UHO Kendari maupun pengelola PDDikti terkait keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak kampus untuk memperoleh penjelasan resmi.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: