Anak Nelayan di Sultra yang Diterima 15 Kampus Dunia: Saya 9 Kali Gagal
Konawe Utara – Anak nelayan di Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Muhammad Irsyad (24) telah dinyatakan lulus beasiswa penuh master degree dari pemerintah Inggris pada Jumat (1/7/2022) untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2). Menariknya, sebelum dia lulus beasiswa dan diterima 15 kampus di dunia itu, ternyata Irsyad pernah sembilan kali gagal tes.
Sembilan tes beasiswa yang gagal diraih antara lain, Beasiswa LPDP sekali (2021), Beasiswa Chevening sekali (2021), Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) tiga kali, Beasiswa Global Korean Scholarship (GKS) sekali, Beasiswa Erasmus sekali, Beasiswa Fulbright sekali, dan Beasiswa Swedish Institute sekali.
Mahasiswa lulusan Teknik Arsitektur Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari angkatan 2015 ini mengaku, dalam 2 tahun terakhir merupakan titik baliknya dalam mengejar mimpi. Jatuh bangun telah dilewati hingga akhirnya ia sukses meraih salah satu beasiswa.
“Kadang realita itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan jalannya kadang tidak semulus itu,” kata Muhammad Irsyad kepada Kendariinfo, Senin (4/7/2022).
Dari sembilan tes yang gagal diraihnya, tes Beasiswa LPDP merupakan kegagalannya yang paling pahit. Sebab, Irsyad telah menunggu setahun untuk mengikuti tes tersebut hingga akhirnya gagal.
“Saya sudah sampai tahap interview sebelum akhirnya dinyatakan gagal, sedih sih, saat itu memang saya kurang persiapan dan kurang dekat dengan Tuhan,” lanjutnya.
Menariknya, ternyata Beasiswa Chevening yang saat ini dia raih merupakan tes kali kedua. Pada tes pertama di tahun 2021 dia harus gagal pada tahap pemberkasan.
Adapun 15 kampus di dunia yang siap menerima Irsyad di antaranya, University of Liverpool, The University of Manchester, The Univercity of Sheffield, Arizona State University, University of Kent, Cardiff University, The University of Adelaide, Macquarie University Sydney-Australia, UNSW Sydney, Macromedia University of Applied Sciences, University of Stuttgart, The University of Queensland Australia, RMIT University, Monash University, dan Lunds Universitet. Kampus-kampus itu tersebar di beberapa negara seperti, Inggris, Amerika, Jerman, Australia, hingga Swedia.
Rencananya Irsyad akan memilih The University of Sheffield di Kota Sheffield, Inggris. Dirinya ingin mempelajari tentang perancangan kota.
“Indonesia punya wilayah yang luas, serta masyarakat yang banyak pula, empat terbanyak di dunia. Jadi saya tertarik untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan kota layak huni,” tambahnya.
Sesuai jadwal Irsyad akan berangkat menuju Sheffield pada bulan September 2022. Saat ini, dia sedang mengurus visa dan persiapan keberangkatan.
