Angin Puting Beliung Terjang Rumah Dinas Pejabat Polres Konawe

Konawe – Bencana alam berupa angin puting beliung menerjang kompleks rumah dinas pejabat utama (PJU) Polres Konawe yang terletak di Kelurahan Puunaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (5/11/2025) siang. Hembusan angin kencang secara tiba-tiba tersebut mengakibatkan dua kanopi rumah dinas mengalami kerusakan cukup parah.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu, sejumlah material bangunan seperti atap seng kanopi dan rangka besi beterbangan hingga ke halaman sekitar. Beberapa kendaraan dinas yang terparkir pun sempat terkena serpihan material akibat kuatnya terjangan angin.
Kapolres Konawe, AKBP Noer Alam membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah cepat untuk menangani dampak pascakejadian. Petugas kepolisian bersama masyarakat sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan jalur sekitar kompleks perumahan dinas.
“Kami telah melakukan pendataan dan pembersihan area terdampak. Syukurlah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan material di bagian teras rumah dinas,” ujar Noer saat dikonfirmasi awak media.
Noer juga mengimbau agar masyarakat di seluruh wilayah Konawe tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini Indonesia telah memasuki musim hujan dengan potensi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026.
Peningkatan curah hujan tersebut, lanjutnya, dapat memicu berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Sultra.
“Kami harapkan masyarakat lebih berhati-hati, terutama bagi warga yang memiliki anak-anak agar tidak bermain di luar rumah saat cuaca sedang tidak menentu. Bila ada tanda-tanda bencana, segera laporkan kepada aparat setempat agar bisa ditangani cepat,” tutupnya.





