Angka Stunting Sultra 26,1 Persen, Pemprov Siapkan Strategi Penurunan Terarah

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan penurunan angka stunting yang saat ini masih berada di kisaran 26,1 persen melalui penguatan intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi fokus dalam evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat provinsi tahun 2026 yang melibatkan Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se-Sultra.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menegaskan penanganan stunting berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia sehingga membutuhkan pendekatan menyeluruh, terutama pada pemenuhan gizi sejak dini. Ia menyebut kekurangan asupan gizi dapat berdampak panjang terhadap kemampuan fisik maupun mental anak.
“Stunting berhubungan erat dengan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan. Jika kebutuhan zat gizi esensial tidak terpenuhi, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan mental dan produktivitas di masa depan,” kata Hugua saat membuka pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting di Kendari, Rabu (8/4/2026).
Dengan kondisi prevalensi yang masih cukup tinggi, Pemprov Sultra menargetkan penurunan signifikan agar minimal dapat mendekati rata-rata nasional. Pemerintah daerah bahkan mendorong penurunan angka stunting sekitar 5 persen melalui kerja sama intensif antara pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota.
Strategi yang disiapkan mencakup dua pendekatan utama, yakni promotif dan kuratif. Pendekatan promotif dilakukan melalui edukasi pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan keluarga. Sementara pendekatan kuratif difokuskan pada penanganan medis terhadap kasus stunting yang dipicu faktor kesehatan, termasuk penyakit yang menghambat penyerapan gizi.
Selain itu, Pemprov Sultra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran. Proses perencanaan hingga evaluasi program akan dilaksanakan secara bersama antara tingkat provinsi dan kabupaten dan kota.
Evaluasi program juga direncanakan berlangsung secara berkala sepanjang tahun, baik pada pertengahan maupun akhir tahun. Langkah ini dimaksudkan sebagai dasar penyempurnaan strategi penurunan stunting ke depan.
Pendekatan perubahan perilaku masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah. Kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan pola konsumsi dan kesehatan dinilai berpengaruh besar terhadap keberhasilan program, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang mampu menjangkau aspek sosial dan budaya masyarakat.





