Arsitek asal Sultra Masuk Nominasi International Young Architect Competition di Arab

Sulawesi Tenggara – Arsitek asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Muh. Irsyad bersama enam orang temannya berhasil masuk dalam nominasi International Young Architect Competition yang digelar di Arab Saudi, Senin (20/12/2021).
Irsyad dengan enam temannya yakni Endri dan Hansen dari Jakarta, Elicia, Elen, Kharisma Adam berasal dari Kalimantan Barat (Kalbar), serta Ada Mas dari Bali berhasil masuk dalam nominasi tersebut dengan mengangkat tema “The Majesty of Water Riyadh Saudi Arabia”.
Kelompok mereka menjadi satu-satunya kelompok arsitek yang mewakili Indonesia di ajang tersebut, bersama 29 kelompok lainnya yang berasal dari berbagai negara.

Irsyad mengatakan kepada Kendariinfo, Selasa (21/12) kelompoknya mengangkat tema tersebut bertujuan untuk memberikan solusi melalui desain arsitek yang dibuat untuk bagaimana bisa peduli terhadap kebutuhan air bersih yang cukup di gurun pasir, khususnya di kawasan Arab Saudi.
“Alasan utamanya adalah, bagaimana kami bisa care terhadap quantity air yg cukup susah di gurun pasir, sulitnya mendapatkan air, sehingga desainnya bisa merespons akan kebutuhan tersebut dengan menyediakan water cacher dan menciptakan micro climate di dalam site, serta huge pond sebagai medium dari water catcher,” katanya.
Dia menyebut, tim penilai yang menilai nominasi terbaik dalam ajang tersebut juga berasal dari arsitek berbagai negara serta pemilik perserikatan dagang (firma) ternama di dunia.
“Untuk jurinya sendiri merupakan beberapa arsitek ternama dunia, dan biro seperti firma BIG, Sou Fujimoto Architects, Snohetta, UNS Studio, Carlo Ratti Associati, dan Morq,” terangnya.
Menurutnya, kelompoknya bisa berhasil masuk dalam 30 nominasi yang diperhitungkan karena dinilai bisa merespons permasalahan yang ada di lokasi tersebut.

“Karena yang menjadi sistem penilaian ajang tersebut, harus bisa menjawab segala persoalan di sana, mulai dari aspek sejarah, sosial, sistem alami, dan beberapa yang lainnya, sehingga dengan desain yang kami buat, kami bisa masuk dalam nominasi itu,” ujarnya.
Selanjutnya, dia mewakili teman-temannya berharap agar desain arsitektur yang dibuat bisa menghasilkan jawaban atas isu lingkungan sekitar, khususnya di Indonesia.
“Semoga ke depannya kita bisa menghasilkan desain yang lebih baik dan bisa menjawab isu lingkungan sekitar kita melalui arsitektur,” pungkas Irsyad.







