ART di Kendari Diduga Kerap Aniaya Bayi Majikannya Sejak Pertama Diterima Kerja
Kendari – Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial NWS (44) diduga kerap menganiaya bayi majikannya di BTN Margahayu Regency, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi itu diduga sering ia lakukan sejak pertama kali diterima bekerja di rumah tersebut pada Sabtu (28/2/2026).
Perbuatan NWS baru terungkap saat majikannya, Eva, memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di kamar bayinya pada Rabu (4/3) sekitar pukul 14.30 Wita. Saat itu, Eva yang tengah berada di kantornya melihat bayinya yang masih berusia 10 bulan diduga sedang dianiaya oleh NWS.
Mengetahui hal itu, Eva kemudian memeriksa seluruh rekaman CCTV sejak hari pertama NWS mulai bekerja sebagai pengasuh bayinya. Dari rekaman itu, ia mendapati dugaan penganiayaan terhadap bayinya telah terjadi sejak awal NWS bekerja di rumahnya.
“Saya melihat di dalam CCTV tersebut sejak pertama NWS bekerja sebagai pengasuh anak saya, tepatnya sejak tanggal 28 Februari 2026 sampai dengan 4 Maret 2026. Saat NWS mengasuh anak saya, ternyata dia melakukan penganiayaan terhadap anak saya,” bebernya kepada Kendariinfo, Kamis (12/3).
Berdasarkan rekaman CCTV itu, ia akhirnya mengadukan perbuatan NWS ke Polresta Kendari atas dugaan penganiayaan terhadap anak pada Kamis (5/3).
Untuk diketahui, Eva sebelumnya membuat unggahan di sebuah grup Facebook berupa informasi lowongan kerja sebagai ART sekaligus pengasuh dua anaknya pada Kamis (26/2). Keesokan harinya, NWS melihat unggahan itu dan segera menghubungi nomor telepon yang tertera.
“Tanggal 27 Februari 2026 sekitar pukul 07.59 Wita saya dihubungi oleh NWS melalui pesan WhatsApp dengan maksud dan tujuan menanyakan apakah masih ada lowongan penerimaan babysitter sekaligus ART,” ujarnya.
Setelah memastikan lowongan kerja itu masih tersedia, NWS lalu mengirim data diri sekaligus menyampaikan pengalaman kerjanya kepada Eva melalui sambungan telepon WhatsApp. Ia kemudian meminta NWS untuk datang ke rumahnya. Setelah merasa cocok, ia akhirnya menerima NWS bekerja.
Namun, Eva mengatakan, belum genap sepekan bekerja, NWS justru diduga kerap melakukan penganiayaan terhadap bayinya. NWS disebut pernah memukul tubuh bayi Eva, mendorong kepala hingga terbaring, membentangkan tubuhnya ke lantai, menarik lengan secara kasar, serta mengguncang badannya.
Meski tidak ada luka maupun memar yang terlihat secara kasat mata, ia mengaku bayinya saat ini mengalami batuk, diduga akibat dari penganiayaan yang dilakukan NWS.
“Kemarin hasil visumnya belum dijelaskan secara detail. Tetapi yang dirasakan anakku batuk-batuk karena dia dibanting-banting dan diangkat dengan kasar,” pungkasnya.
