ASR Bantah Isu Gubernur Bayangan di Pemprov Sultra, Sebut Purnomo Bantu Percepatan Pembangunan
Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) akhirnya angkat bicara menanggapi isu adanya ‘gubernur bayangan’ yang dinilai ikut mengendalikan roda pemerintahan di Pemprov Sultra. Isu tersebut menyebut sosok berinisial P atau Purnomo Sidi sebagai figur di balik pengambilan kebijakan pemerintahan.
“Gubernur bayangan itu tidak ada. Yang dimaksud P ini atau Pak Purnomo hanya membantu percepatan proses dan analisa,” kata ASR, Rabu (31/12/2025).
Ia menegaskan, peran Purnomo murni untuk membantu tata kelola pemerintahan, khususnya dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kehadiran Purnomo justru untuk memastikan anggaran digunakan secara efisien.
“Beliau membantu menganalisa pekerjaan infrastruktur, terutama yang anggarannya besar, supaya tidak terjadi pemborosan,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan proyek perbaikan jalur dermaga di Pelabuhan Tampo yang awalnya diusulkan dengan anggaran besar. Setelah dilakukan analisa, biaya pekerjaan tersebut ternyata jauh lebih kecil dari rencana awal.
“Awalnya diminta Rp700 juta oleh Kadis Perhubungan, tetapi setelah dianalisa Pak Purnomo ternyata pekerjaan jalan berlubang itu hanya butuh sekitar Rp10 juta dan selesai dua hari,” ungkapnya.
Ia menilai pola kerja tersebut sejalan dengan kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran. Karena itu, ia menepis anggapan adanya kekuasaan tersembunyi di lingkup Pemprov Sultra.
“Ini soal membantu kerja gubernur agar lebih cepat dan tepat sasaran, bukan mengambil alih kewenangan,” tegasnya.
Andi juga memastikan Purnomo Sidi tidak menerima honor atau bayaran apa pun dari pemerintah daerah. Menurutnya, kontribusi yang diberikan semata-mata untuk kepentingan pembangunan Sultra.
“Beliau bekerja dengan ikhlas. Tidak ada honor sepeser pun, karena beliau paham kondisi daerah yang sedang efisiensi,” katanya.
Menanggapi pernyataan Ruslan Buton dalam video viral yang menyebut adanya sekat komunikasi akibat gubernur bayangan, ASR membantah keras. Ia menegaskan dirinya tidak pernah menutup akses komunikasi dengan siapa pun.
“Saya tidak sulit ditemui. Wartawan saja mudah bertemu saya, apalagi kepala OPD dan masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada pihak yang membatasi atau menghalangi siapa pun untuk berkomunikasi langsung dengan gubernur. ASR menegaskan pintu dialog selalu terbuka selama menyangkut kepentingan masyarakat.
Ruslan Buton Ungkap Dugaan Gubernur Bayangan di Pemprov Sultra, Kadis Kominfo Sebut Hoaks
