Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Asrun Lio Ikuti Rakor Stabilisasi Harga Cabai oleh Kantor Staf Presiden RI

0
0
Suasana rapat koordinasi stabilisasi harga cabai yang diikuti Pemprov Sultra. Foto: Dok. PPID Sultra.

Sulawesi Tenggara – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) stabilisasi harga cabai menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024. melalui Zoom Meeting oleh Kantor Staf Presiden RI di Ruang Setda Kantor Gubernur Sultra, Kamis (14/12/2023).

Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden RI, Edy Priyono dalam arahannya menyampaikan, saat ini ada dua komoditas yang perlu ditindaklanjuti dengan segera yakni cabai dan gula pasir.

“Bapak Presiden telah meminta kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan koordinasi karena cabai ini sudah berbulan-bulan harganya tinggi terus dan belum adanya tanda-tanda penurunan, terutama di provinsi yang harga cabainya baik itu cabai merah, cabai rawit, dan cabai keriting yang harganya tinggi atau melebihi rata-rata nasional,” katanya.

Dia menambahkan, pada intinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang diundang melalui virtual tersebut, untuk membahas terkait harga cabai di daerah masing-masing dan penyebabnya apa.

Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Bank Indonesia, harga cabai merah per 13 Desember 2023 di Sultra untuk jenis cabai merah dan cabai merah keriting di bawah rata-rata nasional yakni Rp73.400/kg. Sementara untuk cabai rawit mengalami kenaikan di atas harga rata-rata nasional yaitu Rp131.900/kg (data PIHPS, Bank Indonesia).

Sekda Sultra, Asrun Lio mengatakan bahwa cabai merah keriting memang di bawah rata-rata nasional, tetapi untuk cabai rawit di atas rata-rata nasional atau cukup tinggi, karena keterbatasan ketersediaan yang kurang dan juga saat ini belum panen.

Sebagai langkah awal, pemprov sudah melaksanakan gerakan tanam cabai dengan menggerakkan sekolah-sekolah dari SMA/SMK yang mempunyai lahan untuk menanam cabai.

“Secara keseluruhan kita menanam 2,7 juta bibit. Kita mendatangkan sebagian cabai dari Sulawesi Selatan dengan produksi sedikit karena kemarin di Sultra mengalami dampak El-nino dan produksinya kurang dari biasanya,” bebernya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: