Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Bahas Personal Boundaries, Kajian Ustaz Hanan Attaki Tarik Perhatian Anak Muda di Kendari

0
0
Sharing time bersama Ustaz Hanan Attaki (UHA) dengan tajuk "Hilang untuk Healing" yang digelar di Ballroom Claro Hotel, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (25/1/2026).

Kendari – Untuk pertama kalinya, sharing time bersama Ustaz Hanan Attaki (UHA) dengan tajuk “Hilang untuk Healing” digelar di Sulawesi Tenggara (Sultra), tepatnya di Ballroom Claro Hotel, Kota Kendari, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan tersebut dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi siang pukul 11.00 Wita hingga 13.00 Wita dan sesi sore 15.30 Wita hingga 17.30 Wita.

“Hilang untuk Healing” merupakan sesi kajian yang diselenggarakan oleh UHA bersama Sharing Time UHA, Ayah Amanah. Kegiatan tersebut sudah diselenggarakan di sejumlah kota di Indonesia.

Tajuk “Hilang untuk Healing” diangkat untuk memberikan solusi spiritual berupa self healing generasi muda-mudi sebagai upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Salah satu peserta asal Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sultra, Siska Puspita, mengatakan bahwa melalui materi personal boundaries yang dibawakan oleh UHA, ia memiliki keterbukaan berpikir mengenai sikap terbaik untuk diri sendiri tanpa perlu memikirkan pendapat orang lain.

“Hari ini materinya personal boundaries terkait mental health dan semacamnya. Beliau bilang, dalam 24 jam itu kita tidak harus full time ada untuk orang lain. Kita juga perlu waktu sendiri buat me time untuk sekadar tidak balas atau berhenti dari kesibukan dunia maya dan itu bukan sombong,” tuturnya kepada Kendariinfo, Senin (26/1).

“Kita harus punya time boundaries seperti mengambil waktu khusus untuk diri kita sendiri,” sambungnya.

Siska menyebutkan ketertarikannya terhadap bentuk dakwah UHA. Menurutnya, semua yang disampaikan memiliki relevansi dengan yang dihadapi generasi muda.

“Saya suka bentuk dakwahnya. Beliau beri contoh melalui apa yang ada di sekitar kita, lagi trend, yang notabene gen Z khususnya paling tahu itu,” ujarnya.

Ia mengaku sudah dua kali mengikuti kajian yang dibawakan oleh UHA secara langsung melalui event yang berbeda. Ia menganggap metode dakwah yang dibawakan bisa dijadikan contoh bagi para pendakwah lainnya.

“Harapanku banyak pendakwah lain yang mungkin bisa mengikuti cara beliau berdakwah. Jujur sudah dua kali saya ikuti agenda kajiannya. Saya tidak mengantuk karena banyak selingan candaannya yang juga jadi bahan dakwah. Jadi fresh dakwahnya,” ungkapnya.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: