Balai Bahasa Sultra Latih 200 Siswa Kendari Tingkatkan Kemampuan Literasi dan Berpikir Kritis

Kendari – Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (BBST) menggelar bimbingan teknis bertajuk Cerdas Mengulas Buku untuk siswa sekolah dasar di Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung di Aula Garuda BPMP ini bertujuan meningkatkan minat baca serta kemampuan memahami dan mengulas buku secara kritis di kalangan siswa.
Sebanyak 200 siswa dari 20 sekolah dasar yang tercatat memiliki nilai rapor merah pada Asesmen Nasional dan menjadi penerima bantuan buku bacaan bermutu menjadi peserta dalam kegiatan ini. Bimbingan teknis berlangsung dua hari, yakni pada 24 dan 26 Juli 2025.
“Mulai sekarang perlu kita biasakan anak-anak membaca buku. Saat ini kami menggalakkan gerakan satu sekolah satu perpustakaan agar siswa memiliki akses bacaan yang memadai,” ujar Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Haslita.
Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca sejak dini untuk mencegah anak-anak menjauh dari aktivitas literasi di masa dewasa. Selain mendorong kehadiran perpustakaan sekolah, ia juga mengajak siswa untuk memanfaatkan perpustakaan modern yang tersedia di luar sekolah.
Kegiatan ini turut diikuti 20 guru pendamping dari sekolah peserta. Kepala BBST, Dewi Pridayanti, berharap pelatihan ini dapat menjadi pembiasaan baru di sekolah-sekolah, terutama dalam kegiatan mengulas buku yang dinilai mampu melatih siswa dalam membaca, menulis, dan berpikir kreatif.
“Mengulas buku adalah kegiatan yang komplit. Anak-anak akan belajar memahami bacaan dan menyampaikan ulang isi buku dengan bahasa mereka sendiri. Harapannya, praktik baik ini bisa ditularkan kepada siswa dan guru lain di sekolah masing-masing,” jelas Dewi.
Materi pelatihan disampaikan oleh Wa Ode Sitti Rahmi A. Rasjid, praktisi literasi sekaligus pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra. Ia memberikan pelatihan terkait teknik membaca nyaring dan mengulas isi buku secara efektif.
Setelah pelatihan hari pertama dan kedua, peserta akan menjalani praktik mandiri selama dua pekan dengan pendampingan dari guru dan orang tua. Kegiatan akan ditutup dengan sesi evaluasi untuk meninjau dampak kegiatan terhadap kebiasaan membaca dan keterampilan berpikir siswa.





