Balita di Kendari Derita Gagal Hati Kronis, Butuh Transplantasi dengan Biaya Besar
Kendari – Tangis balita berusia satu tahun, Aulia Shanum, setiap malam menjadi kesedihan tersendiri bagi keluarganya di Jalan Anawai, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tubuh mungilnya menguning, perutnya membesar, dan dokter menyatakan Aulia mengalami gagal hati kronis. Kondisi ini membuat hatinya menghitam dan berparut sehingga ia harus segera menjalani transplantasi hati.
Ibunda Aulia, Lyana, mengatakan anaknya harus segera dirujuk ke RSCM Jakarta untuk menjalani transplantasi hati atau cangkok hati. Menurutnya, kondisi Aulia makin parah, bahkan setiap malam anaknya terus menangis karena sakit.
“Anakku dia (derita) kerusakan hati, hatinya sudah menghitam dan berparut, serta perutnya membesar, kuning seluruh tubuhnya. Harus dirujuk ke RSCM Jakarta, karena harus transplantasi hati,” ungkap Lyana saat dikonfirmasi Kendariinfo, Senin (22/9/2025).
Namun, kendala terbesar yang dihadapi keluarga Aulia adalah biaya yang sangat besar. Lyana menyebut hanya untuk screening pendonor hati saja pihak rumah sakit memperkirakan biaya sekitar Rp100 juta. Belum lagi biaya operasi, perawatan, hingga kebutuhan sehari-hari selama di Jakarta.
Lyana mengaku sempat meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Ia bahkan sudah bertemu langsung dengan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, beberapa bulan lalu. Saat itu, ia menunjukkan kondisi anaknya dan sang gubernur sempat berjanji akan membantu. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan mengenai bantuan tersebut.
Kini, kondisi Aulia makin kurus dan perutnya kian membesar. Keluarga merasa tidak mungkin bisa menanggung semua biaya sendiri tanpa uluran tangan pemerintah maupun masyarakat.
“Tidak cukup dana dari kita, harus pemerintah bantu kasihan. Mau ambil di mana kita dana begitu,” ucap Lyana.
Untuk meringankan beban biaya, keluarga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu. Bantuan bisa disalurkan melalui rekening Bank BRI 7495 0101 3780 538 atas nama Lyana B. Keluarga berharap ada jalan keluar agar Aulia segera mendapat transplantasi hati dan bisa tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya.
