Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Bangkai Paus Sperma di Pantai Kolaka akan Ditarik ke Laut Lepas

0
0
Penampakan bangkai paus sperma yang terdampar di pesisir pantai Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Foto: Istimewa.

Kolaka – Bangkai paus sperma yang terdampar di pesisir Pantai Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan dievakuasi dengan cara ditarik ke laut lepas. Langkah tersebut diambil untuk mencegah dampak pencemaran udara akibat bau menyengat yang berpotensi mengganggu warga di sekitar lokasi.

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah Kerja Sultra menyatakan proses evakuasi tengah dipersiapkan dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Penarikan bangkai paus ke laut lepas dinilai sebagai solusi paling memungkinkan mengingat ukuran dan bobot mamalia laut tersebut sangat besar.

Penanggung Jawab BPSPL Wilayah Kerja Sultra, Jufri, mengatakan metode yang akan digunakan yakni menarik bangkai paus sperma tersebut menggunakan kapal menuju area laut dangkal sebelum ditambatkan agar tidak kembali terbawa arus ke daratan.

“Rencananya bangkai paus tersebut akan ditarik ke tengah laut. Nanti di sana akan diikat menggunakan jangkar di area gusung yang dangkal agar tidak hanyut kembali ke daratan,” kata Jufri, Rabu (4/3/2026) malam.

Menurutnya, proses evakuasi saat ini masih menunggu ketersediaan kapal dengan kapasitas mesin besar. Mengingat ukuran paus yang sangat besar, upaya pemindahan tidak memungkinkan dilakukan secara manual oleh tim di lapangan.

Ia menyebut pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk menyiapkan armada penarik. Setelah kapal tersedia, bangkai paus akan segera dipindahkan ke laut agar proses pembusukan berlangsung secara alami jauh dari kawasan permukiman.

“Sudah beberapa hari bangkai paus ini berada di pantai. Seiring bertambahnya waktu, aroma busuk pasti mulai tercium. Evakuasi ke tengah laut adalah satu-satunya solusi untuk mengurangi bau yang sampai ke permukiman,” jelasnya.

Jufri menambahkan, hingga saat ini belum ada langkah mitigasi khusus untuk menekan bau yang muncul selama bangkai paus masih berada di bibir pantai. Karena itu, percepatan proses evakuasi menjadi prioritas utama tim yang berada di lokasi.

Sebelumnya, warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, digegerkan dengan kemunculan seekor paus yang terdampar di pantai dalam kondisi telah mati, Selasa (3/3). Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, panjang paus diperkirakan mencapai sekitar delapan meter.

Temuan Bangkai Paus Sperma Terdampar di Pesisir Pantai Kolaka Gegerkan Warga

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: