Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Lahan Warga di Kolaka, Polisi Turun Tangan
Kolaka – Banjir merendam ratusan rumah dan lahan pertanian warga di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2) dini hari. Sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kecamatan Polinggona, Tanggetada, dan Watubangga.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Wolulu dan Puudongi yang tidak mampu menampung debit air tinggi, ditambah kondisi air laut yang sedang pasang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai 2 meter di beberapa titik pemukiman warga.
Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif mengatakan, peristiwa banjir tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga serta ratusan hektare sawah dan kebun terendam air. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.
“Banjir melanda beberapa desa dan kelurahan di tiga kecamatan. Data sementara, ratusan rumah serta lahan pertanian warga terdampak, namun korban jiwa nihil,” kata Dwi Arif melalui keterangan resminya, Minggu (22/2).
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Wolulu dan Desa Polenga di Kecamatan Watubangga, Desa Wulonggere di Kecamatan Polinggona, serta Desa Tondowolio dan Desa Tinggo di Kecamatan Tanggetada. Selain rumah dan lahan pertanian, banjir juga menyebabkan satu unit rumah semi permanen milik warga Desa Polenga roboh akibat terjangan arus air.
Merespons kondisi tersebut, jajaran Polsek Watubangga bersama personel Polres Kolaka langsung turun ke lokasi untuk melakukan patroli, pengaturan arus lalu lintas, pembersihan material banjir, serta mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
“Kami juga melakukan pengamanan di lokasi banjir untuk mencegah terjadinya penjarahan, sekaligus mengamankan rumah-rumah warga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Saat ini, kondisi air di sebagian besar wilayah terdampak telah berangsur surut. Namun demikian, aparat kepolisian masih bersiaga karena di beberapa titik pemukiman masih terdapat genangan air. Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pendataan korban, penyaluran bantuan logistik, serta pemulihan pascabanjir.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” tutupnya.
