Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Baru Bertemu 5 Kali, Oppa Korea Putuskan Persunting TKW asal Konsel

Baru Bertemu 5 Kali, Oppa Korea Putuskan Persunting TKW asal Konsel
Suliati (36) dan Shin Jungkeun (40). Foto: Istimewa.

Konawe Selatan – Shin Jungkeun (40), oppa Korea baru saja mempersunting Suliati (36), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Wata Benua, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Akad nikah mereka berlangsung di Gereja Gepsultra Jemaat Tridana Mulya, Desa Morini Mulya, Kecamatan Landono, Kamis (4/8/2022) lalu.

Suliati mengatakan, dia hanya bertemu langsung dengan Shin sebanyak lima kali sebelum memutuskan menikah. Dia menyebut, pertemuannya dengan Shin terkendala pekerjaan dan jarak yang cukup jauh. Suliati merupakan TKW yang bekerja di Singapura, sementara Shin berprofesi sebagai penulis sastra, penyiar radio, sekaligus guru bahasa Korea di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kayak TKW, merawat anak begitu, cuma lama di sana. Saya di Singapura itu 13 tahun. Kalau suami masih penulis sastra. Di Makassar dia guru bahasa Korea. Sambil mencari peluang lain, di Makassar itu dia juga guru bahasa Korea sekaligus penyiar kalau ada siaran radio Korea,” kata Suliati kepada Kendariinfo, Senin (8/8/2022).

Suliati dan Shin Jungkeun (40) melangsungkan pernikahan di Gereja Gepsultra Jemaat Tridana Mulya, Desa Morini Mulya, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Suliati dan Shin Jungkeun (40) melangsungkan pernikahan di Gereja Gepsultra Jemaat Tridana Mulya, Desa Morini Mulya, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Foto: Istimewa. (4/8/2022).

Sebelum menikahi Suliati, Shin pernah tinggal selama satu tahun tiga bulan di Indonesia, termasuk Makassar dan Yogyakarta. Karena sempat tinggal di Makassar dan Yogyakarta, Shin pun cukup tau berbahasa Indonesia, meskipun tidak fasih. Menurut Suliati, Shin memang sering pulang balik antara Korea dan Indonesia karena urusan pekerjaan. Shin datang pertama kali di Indonesia pada 2013. Kedatangan kali kedua Shin ke Indonesia pun membawanya bertemu Suliati pada 2016.

“Tahun 2013 dia di Makassar tiga bulan. Terus dia lanjut ke Yogyakarta, satu tahun. Nanti dia datang lagi ke Indonesia tahun 2016, waktu kita ketemu itu. Dia berbahasa Indonesia tidak begitu lancar, tapi kalau orang bicara, dia mengerti,” ujar Suliati.

Awal Pertemuan Suliati dan Shin

Suliati mengatakan, pertemuannya dengan Shin pertama kali berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta pada 2016 silam. Waktu itu, Shin hendak ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Suliati akan pulang ke Konsel. Di bandara, Shin terkendala bahasa dan kebingungan mencari shuttle bus dari Terminal 1 menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita pertama kali ketemunya tahun 2016 di bandara. Pada saat itu dia ke Makassar dan saya dalam perjalanan dari Singapura menuju Kendari, cuma transit di Jakarta,” kata Suliati.

Suliati yang fasih berbahasa Inggris lalu membantu Shin mencari shuttle bus. Waktu itu, Suliati juga mengaku hendak menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, namun berbeda penerbangan dengan Shin. Sambil menunggu penerbangan, keduanya lalu berbincang dan saling menambahkan teman di media sosial Facebook.

“Aku bantu dia bagaimana caranya untuk mencari shuttle bus ke Terminal 3. Kebetulan aku mau ke Terminal 3 juga. Kita sama-sama naik shuttle bus ke Terminal 3, terus nungguin pesawat. Hanya sepintas bertemu, tapi kita sempat tukaran Facebook,” ujarnya.

Selama dua minggu di Konsel, Suliati tidak pernah berkomunikasi dengan Shin. Keduanya baru memulai komunikasi setelah Suliati kembali ke Singapura untuk bekerja. Menurut Suliati, komunikasi keduanya hanya sebatas teman atau sahabat waktu itu, bukan pacaran atau sejenisnya. Suliati mengaku tidak menyukai model hubungan melalui dunia maya, begitu pun Shin.

Baca Juga:  Ketua Bawaslu Buteng Nyaris Diamuk, Sempat Kejar-kejaran dengan Massa Aksi

“Kita tidak pacaran, ya, masalahnya dia tidak suka cyber relationship (berhubungan di dunia maya) dan aku juga tidak terlalu percaya dengan pacaran lewat media. Jadi cuma sharing saja aktivitas dia di sana. Saat itu dia selalu chatting saya, tapi mungkin sekadar persahabatan, tidak menjurus ke hubungan (pacaran),” jelasnya.

Suliati dan Shin Memulai Hubungan Serius

Pada September 2018, kontrak kerja Shin di Makassar selesai dan hendak kembali ke Korea. Tapi sebelum kembali ke negaranya, Shin menemui Suliati terlebih dulu di Singapura sekaligus jalan-jalan di sana. Dalam pertemuan itu, Suliati menemani Shin berjalan-jalan sepanjang hari.

“Waktu itu aku temani dia seharian, dari pagi sampai selesai dinner. Itu pun belum ada hubungan, ya. Dia belum propose ke saya,” ungkapnya.

Namun sebelum pulang ke Korea, Shin mengungkapkan perasaannya kepada Suliati. Suliati bimbang. Suliati mengaku tidak menyukai hubungan jarak jauh. Tetapi Shin menginginkan hubungan tetap berjalan meskipun terkendala jarak yang jauh. Setelah sepakat menjalin hubungan, Shin kembali menemui Suliati sebanyak dua kali pada 2019.

“Nanti dia mau balik ke bandara baru dia propose ke saya. Aku jawabnya, aku tidak suka hubungan jarak jauh, apakah mungkin. Tapi dia bilang, kita coba saja,” jelasnya.

Di tahun tersebut, keduanya ingin pulang ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan. Namun rencana itu gagal setelah seluruh penerbangan ditutup akibat Pandemi Covid-19. Setelah Covid-19 mereda pada 2022, Suliati sempat ingin sekali berangkat dari Singapura ke Korea menemui Shin serta keluarganya, namun batal karena urusan administrasi antarnegara.

“Saya mau dari Singapura mau jalan-jalan ke Korea. Cuma, dalam aturannya, warga Indonesia tidak boleh dari Singapura langsung ke Korea. Jadi harus dari Indonesia baru ke Korea, kecuali memakai visa pelajar,” ungkapnya.

Suliati dan Shin Putuskan Menikah di Landono

Setelah berdiskusi, keduanya sepakat untuk bertemu di Jakarta untuk mengurus visa Suliati agar bisa ke Korea. Di tengah diskusi tersebut, Suliati berpikir bahwa mengurus visa tidak akan mudah karena harus pulang balik antara Jakarta dan Konsel. Akhirnya Suliati memutuskan langsung pulang ke Konsel terlebih dahulu untuk mengurus administrasi tersebut.

“Rencana kita cuma mau ke Jakarta untuk pengurusan visa terus kita ke Korea. Cuma, aku asli sana. Saya mau membuat KTP itu berdomisili di Jakarta. Itu membutuhkan surat pindah dari daerah kita tinggal,” katanya.

Namun saat itu Shin berkata pada Suliati ingin ikut pulang ke Konsel sekaligus melangsungkan pernikahan di sana. Shin pun sudah membeli tiket dari Korea tujuan Singapura pada 25 Juli 2022. Dari Singapura, keduanya melanjutkan perjalanan menuju Konsel sehari setelahnya atau pada 26 Juli 2022. Di hari itu, Shin kembali mengungkapkan keseriusan menjalin pernikahan dengan Suliati. Suliati senang bukan kepalang.

Baca Juga:  Kepala Rutan dan Lapas di Sultra Berganti, Ditjenpas Ingatkan Pengoptimalan Petugas dan Sarpras

“Pada tanggal 26 Juli 2022, kita sama-sama ke Jakarta. Pada saat itu dia propose ke saya yang kebetulan itu tanggal ulang tahun saya. Dan kita melakukan pernikahan pada tanggal 4 Agustus 2022,” ungkap Suliati.

Dukungan Keluarga

Suliati merupakan orang Jawa. Ayah dan ibunya berasal dari Jawa, tapi sudah lama menetap di Konsel. Sementara Shin merupakan pria asli Korea. Tuntutan pekerjaan membawa Shin beberapa kali ke Indonesia hingga akhirnya bertemu dan memutuskan menikahi Suliati.

“Lahir di sana (Konsel). Kalau ditanya asli dari keturunan, saya orang Jawa. Ayah dan ibu saya orang Jawa, cuma lahirnya sudah di Sulawesi,” kata Suliati.

Saat pernikahan keduanya, Shin tidak didampingi satu pun keluarganya. Sulitnya pengurusan administrasi antarnegara menjadi penghambat kedatangan keluarga Shin ke Indonesia. Meski begitu, Shin telah mendapat restu keluarganya untuk menikahi Suliati. Pernikahan mereka di Gereja Gepsultra Jemaat Tridana Mulya juga disaksikan keluarga Shin lewat video call.

“Untuk saat ini belum ada keluarga yang mendampingi suami saya. Tapi mereka video call, masalahnya susah juga mereka mau keluar, mau urus ini itu susah. Tapi sebelum itu kita sudah berkomunikasi dengan keluarga. Waktu kita resepsi di gereja, orang tua mengikuti lewat online video,” ujarnya.

Suliati mengungkapkan sempat bimbang dengan keputusan menikah dengan Shin. Perbedaan budaya Indonesia dan Korea menjadi pertimbangan Suliati. Belum lagi stigma bahwa laki-laki Korea punya kedudukan lebih tinggi daripada perempuan. Namun Shin selalu meyakinkan Suliati atas keputusan tersebut. Hingga pada akhirnya pernikahan keduanya benar-benar terwujud dan mendapat restu keluarga dari kedua belah pihak.

“Dia kalau aku tanya, apa alasannya memilih saya, cuma dia bilang merasa nyaman saja. ‘Nyaman saja dengan kamu, kamu kaya beda’,” ungkapnya.

Saat ini, keduanya tengah mengurus dokumen pernikahan di Kedutaan Korea untuk Indonesia di Jakarta. Jika urusan tersebut sudah selesai, Shin akan membawa Suliati ke Korea untuk bertemu keluarga besarnya. Suliati mengaku belum bisa merencanakan lokasi mereka menetap. Untuk sementara, Suliati akan mengikuti sang suami.

“Kalau menetapnya kita belum memastikan, saat ini saya ikut dulu suami. Kemungkinan dalam tahun ini di Inggris karena suami mau ke sana dulu. Tapi menetapnya kita belum tau. Kemungkinan tinggal di Indonesia, karena dia suka di Indonesia, ya,” pungkasnya.

Mengaku Nyaman, Oppa Korea Nikahi Gadis Konsel di Landono

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten