Bawa Isu Perubahan Iklim, 20 Finalis Pildubas Sultra Tawarkan Solusi yang Berkait Bahasa, Sastra dan Budaya

Kendari – Sebanyak 20 finalis Pemilihan Duta Bahasa (Pildubas) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2024 memaparkan krida terkait solusi yang mereka tawarkan mengenai isu perubahan iklim.
Para finalis mencoba memberikan dan menawarkan berbagai program dan projek terkait isu tersebut yang dikaitkan dengan bahasa, sastra, dan budaya di hadapan 3 dewan juri.
Ketua Ikatan Alumni (IKA) Duta Bahasa (Dubas) Sultra, Yunus Maknur mengatakan, para finalis tersebut mencoba memahami apa saja masalah terkait isu lingkungan di sekeliling mereka.
Setelah itu, mereka akan mencoba untuk menawarkan berbagai ide dan gagasan yang disusun dalam sebuah krida yang dibawakan di hadapan dewan juri yang terdiri atas Kepala Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Uniawati dan dua Akademisi Bahasa, Sastra, dan Budaya yakni Maulina dan Fahmi Gunawan.
“Mereka ini memaparkan proposal krida mereka tentang hal-hal apa saja yang akan mereka lakukan nanti setelah menjadi bagian dari Dubas Sultra,” katanya, Jumat (31/5/2024).
Sebelumnya, para finalis ini telah mendapatkan pendampingan dari IKA Dubas Sultra terkait dengan teknik penulisan, serta bagaimana penentuan ide yang akan dikaitkan dengan tema utama.
“Harapannya para finalis ini bisa menghasilkan sebuah kegiatan yang bisa paling tidak mengurangi dampak isu lingkungan yang ada di sekitar mereka,” pungkasnya.





