Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Bebas Berkeliaran, Polisi Didesak Tangkap Senior yang Diduga Perkosa Siswi Junior di Wakatobi

Bebas Berkeliaran, Polisi Didesak Tangkap Senior yang Diduga Perkosa Siswi Junior di Wakatobi
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Istimewa

Wakatobi – Aparat kepolisian didesak agar segera menangkap seorang pria berinisial H (15) atas dugaan kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasalnya, korban telah melayangkan laporan tetapi hingga saat ini terduga pelaku belum ditahan dan bebas berkeliaran.

Dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh siswa senior kelas 3 terhadap juniornya yang duduk di bangku kelas 2 salah satu SMP di Wakatobi ini terjadi sebanyak 3 kali, modusnya pun berbeda-beda.

Tante korban berinisial F mengatakan bahwa dugaan pemerkosaan pertama terjadi pada Juli 2023. Saat itu, korban tengah mengikuti pelajaran tambahan di sekolah. Saat ia akan pulang, korban dihubungi pelaku dan menanyakan keberadaannya. Korban pun mengaku sedang berada di sekolah.

Tiba-tiba, pelaku mendatangi korban di sekolahnya dan memboncengnya pulang menggunakan sepeda motor. Korban sempat kebingungan dan menolak, tetapi pelaku memaksanya dan meyakinkan korban tak akan disakiti, keduanya pun berboncengan.

Dalam perjalanan, pelaku ternyata tidak langsung mengantar korban ke rumahnya melainkan membawa korban ke rumah pelaku. Sesampainya di sana, si senior memaksa juniornya itu masuk ke dalam kamar. Lagi-lagi, korban menolak tetapi pelaku tetap bersikukuh memaksa korban. Saat itulah, korban diduga diperkosa dan diancam oleh pelaku jika berani melawan.

“Setelah disetubuhi dalam keadaan terpaksa (pemerkosaan), pelaku mengancam akan menyebarkan kejadian itu kepada teman-temannya jika korban melapor ke orang tua,” katanya kepada Kendariinfo, Senin (18/9/2023).

Baca Juga:  Kakak Beradik Diperkosa Sepupu Usai Dicekoki Miras di Kendari

Pada Agustus 2023, pelaku kembali melancarkan aksinya. Ia diduga melakukan pemerkosaan itu di sebuah rumah yang ada di Wakatobi. Jika tak menuruti kemauannya, pelaku lagi-lagi mengancam akan menyebarkan informasi itu ke teman-temannya. Korban yang ketakutan pun hanya bisa menurut.

Dugaan pemerkosaan yang terakhir terjadi beberapa hari lalu, Rabu (13/9) malam. Saat itu, pelaku menghubungi dan menemui korban dengan modus minta uang. Karena takut diancam akan disebarkan informasi persetubuhannya ke teman-temannya yang lain, korban pun diam-diam meninggalkan rumah dan bertemu seniornya itu di luar rumah. Saat itulah, pelaku diduga kembali melancarkan aksi bejatnya.

“Itu malam korban beralasan sakit perut, makanya dia ke luar rumah. Kebetulan, kamar mandi ada di luar rumah. Tapi setelah ditunggu sekitar 30 menit, dia tidak kembali,” tambahnya.

Keluarga korban pun mencari korban yang sempat meninggalkan rumah. Saat ia kembali, korban langsung diinterogasi oleh pihak keluarga. Pasalnya, mereka merasa janggal dengan sikap korban yang akhir-akhir ini mulai berubah. Saat itulah, korban menceritakan semua peristiwa dugaan pemerkosaan yang ia alami.

Tidak terima dengan perbuatan terduga pelaku, keluarga korban melaporkan kejadian itu di Mako Polres Wakatobi dengan laporan bernomor: LP/B/68/IX/2023/SPKT/Polres Wakatobi 13 September 2023. Alat bukti berupa hasil visum pun telah diberikan ke penyidik.

“Kami harap polisi bisa segera menangkap pelaku,” tegasnya.

Baca Juga:  UHO Kendari Raih 3 Penghargaan di KMI Award 2024

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Wakatobi, AKP Hardi Sido saat dihubungi Kendariinfo membenarkan adanya laporan itu. Namun, saat ini penyidik tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mendalami kasus tersebut.

“Masih penyelidikan, sudah ada 7 saksi yang kami periksa. Nanti kami informasikan perkembangan terbarunya,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten